11+ Istilah dalam Back End (Development) yang Harus Anda Ketahui

0
Gambar Istilah Istilah Dalam Back End Yang Harus Anda Ketahui
Gambar Istilah Istilah Dalam Back End Yang Harus Anda Ketahui

Apa itu Back End (Development)?

Sebelum membahas mengenai Istilah dalam Back End (Development), kita harus mengetahui apa itu Back End (Development) terlebih dahulu. Back End (Development) adalah praktik yang mengacu pada sisi pengembangan server di mana Anda terutama berfokus pada cara kerja situs. Membuat pembaruan dan perubahan selain fungsi pemantauan situs akan menjadi tanggung jawab utama Anda.

Jenis pengembangan web ini biasanya terdiri dari tiga bagian yaitu server, aplikasi, dan database. Kode yang ditulis oleh pengembang back-end adalah apa yang mengomunikasikan informasi database ke browser. Apa pun yang tidak dapat Anda lihat dengan mudah seperti database dan server adalah pekerjaan pengembang back-end. Posisi pengembang back-end sering disebut programmer atau pengembang web.

Banyak pengembang Back End (Development) tahu bahasa Front End Development seperti HTML dan CSS tetapi perlu menggunakan bahasa seperti Java, PHP, Ruby on Rails, Python, dan .Net untuk menyelesaikan pekerjaan back-end.

Pengembang back-end paling fokus pada respon dan kecepatan situs. Bahasa-bahasa ini digunakan untuk membuat situs dinamis yang berbeda dari situs statis karena jenis situs web ini menyimpan informasi basis data. Konten di situs terus berubah dan diperbarui.

Contoh situs dinamis termasuk Facebook, Twitter, dan Google Maps. Untuk lebih jelas dalam memahami Back End (Development), oleh karena itu adalah merupakan hal yang penting untuk kita mengetahui istilah dalam Back End (Development).

11 Istilah dalam Back End (Development) yang Harus Anda Ketahui

Ilustrasi Gambar Istilah Dalam Back End Development Yang Harus Diketahui
Ilustrasi Gambar Istilah Dalam Back End Development Yang Harus Diketahui

1. Back End

Back end mengacu pada bagian seperti “di bawah tenda” dari situs web atau layanan web yang membuatnya berjalan (ini termasuk aplikasi, server web, dan basis data), dan biasanya tidak terlihat oleh pengguna yang berinteraksi dengan situs atau layanan.

Baca Juga :  Memahami Pengertian Installer: Apa itu Windows dan Package Installer? Jenis, Macam Metode, Contoh serta Perbedaannya dengan Komponen Lainnya!

2. Application (Aplikasi)

Aplikasi adalah jenis perangkat lunak (juga disebut “aplikasi” dan sering digunakan untuk merujuk ke perangkat lunak perangkat seluler) yang dirancang untuk menyediakan fungsi bagi pengguna atau aplikasi lain. Aplikasi mencakup semuanya, mulai dari browser web, pengolah kata, hingga alat pengeditan foto dan gambar, hingga program obrolan seperti Skype dan Google Hangouts.

3. API (Application Programming Interface)

API yang merupakan dalam Istilah-Istilah Teknologi adalah antarmuka yang digunakan untuk membangun aplikasi web. API menyediakan blok bangunan untuk digunakan oleh para pembuat kode, dan kemudian para pembuat kode menyatukan blok-blok itu untuk membuat program yang mereka coba buat. Contoh API termasuk Google Maps API (memungkinkan pengembang untuk menyematkan Google maps di halaman web), Twitter APIs (Twitter memiliki dua API dan REST, yang memungkinkan pengembang mengakses data inti Twitter, dan Search, yang memungkinkan pengembang berinteraksi dengan Pencarian Twitter dan data tren), dan API Periklanan Produk Amazon (memungkinkan pengembang mengakses basis data produk Amazon dan mengiklankan produk Amazon di situs web).

4. Bug atau Bugs

Bug adalah kesalahan pengodean atau potongan kode yang tidak diinginkan yang membuat situs web atau program tidak berfungsi dengan baik.

5. DEVOPS (Operasi Pengembangan)

Devops yang merupakan dalam Istilah-Istilah Teknologi adalah proses pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada membantu pengembangan, operasi, dan tim berkualitas untuk saling memahami dan berkolaborasi dengan lebih baik. Dengan menyatukan ketiga departemen terpisah ini, tim Devops bertujuan untuk siklus pengembangan yang lebih pendek dan rilis perangkat lunak yang lebih dapat diandalkan.

6. Application Framework (Framework)

Frameworks yang merupakan dalam Istilah-Istilah Teknologi adalah kumpulan program dan komponen yang biasa digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Daripada menghabiskan waktu mencari masing-masing komponen ini secara terpisah, pengembang dapat mengambil keuntungan dari Framework di mana mereka dikumpulkan di satu tempat. Contoh kerangka kerja termasuk Ruby on Rails, Bootstrap, AngularJS, dan Joomla.

Baca Juga :  Pengertian Engraving (Ukiran): Sejarah dan Macam-Macam Istilahnya

7. Object-Oriented Programming (OOP) atau Pemrograman Berorientasi Objek (PBO)

Pemrograman berorientasi objek adalah jenis pemrograman komputer / desain perangkat lunak yang berfokus pada penciptaan objek yang memiliki atribut dan kemampuan spesifik dan unik. Dalam OOP, program komputer terdiri dari objek-objek yang dibuat ini yang kemudian berinteraksi satu sama lain. Ini berbeda dengan bahasa pemrograman sebelumnya yang lebih fokus pada proses mengubah data input menjadi data output daripada data (objek) itu sendiri. Contoh bahasa OOP termasuk Ruby, PHP, dan Python.

8. Software (Perangkat Lunak)

Perangkat lunak adalah program atau serangkaian instruksi yang memberi tahu komputer, ponsel, atau tablet apa yang harus dilakukan. Perangkat lunak termasuk aplikasi individual (browser web, pengolah kata) serta perangkat lunak sistem seperti sistem operasi (Microsoft Windows), driver (perangkat lunak yang memungkinkan sistem operasi untuk berkomunikasi dengan perangkat keras seperti printer), dan utilitas (alat seperti program anti-virus atau hard drive defragmenter).

9. Text Editor (Editor teks)

Editor teks adalah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk menulis teks biasa (tanpa format), yang sering digunakan untuk pengkodean dan pemrograman. Setelah kode ditulis, ia memformat program lain yang disebut kompiler (khusus untuk bahasa pemrograman yang Anda gunakan) agar dapat dibaca oleh komputer, tetapi kode biasanya memulai kehidupannya dengan editor teks biasa. Contoh editor teks termasuk SublimeText, TextEdit, TextWrangler, dan Notepad++.

10. Version Control (Kontrol Versi)

Version Control atau Kontrol versi adalah alat yang digunakan untuk melacak perubahan kode dan file di situs web atau aplikasi dan memungkinkan pengguna untuk kembali dan mengembalikan versi sebelumnya jika ada bug. Alat kontrol versi seperti Git sering dibangun untuk editor kode sumber (program yang digunakan untuk menulis dan mengedit kode) seperti Visual Code Studio, atau ditawarkan sebagai bagian dari layanan hosting web.

Baca Juga :  7+ Istilah dalam Smartphone (Mobile) yang Harus Anda Ketahui

11. Web Server (Server web)

Server web adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan situs web, aplikasi online, dokumen, gambar, atau data lainnya, dan dapat diakses melalui internet melalui aplikasi seperti browser web atau klien protokol transfer file (FTP) klien. Saat Anda mengunjungi situs web dengan browser di komputer atau ponsel cerdas Anda, Anda memintanya dari server web.

Kesimpulan

Back End (Development) adalah praktik yang berkaitan dengan aspek “Belakang” situs web hal-hal seperti menulis kode untuk meminta dan mengambil data dari basis data dan kemudian menampilkan data yang berisi konten HTML, CSS, dan JavaScript. Keterampilan umum yang digunakan untuk pengembangan back-end termasuk kerangka kerja web (koleksi kode pra-tertulis yang dapat digunakan pengembang untuk tugas yang berulang) seperti Ruby on Rails dan NodeJS (serta bahasa yang dibangun kerangka itu Ruby dan JavaScript).

Penutup

Demikianlah pembahasan Kami mengenai Istilah dalam Back End (Development) yang dapat Kami bagikan. Semoga Artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda. Sekian dari Kami, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar