Mengenal Pengertian IOT: Apa itu Internet of Things? Menurut Ahli, Sejarah, Prinsip, Kelebihan dan Kekurangannya!

0
Gambar Pembahasan Pengertian IOT Apa Itu Internet Of Things Menurut Para Ahli Sejarah Cara Kerja Prinsip Manfaat Kelebihan Kekurangan Serta Contohnya
Gambar Pembahasan Pengertian IOT Apa Itu Internet Of Things Menurut Para Ahli Sejarah Cara Kerja Prinsip Manfaat Kelebihan Kekurangan Serta Contohnya

Tahukah kalian Pengertian IOT, Apa itu Internet of Things? Menurut Para Ahli, Sejarah, Cara Kerja, Prinsip, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan serta Contohnya? Betul, selama beberapa tahun terakhir IOT telah menjadi salah satu teknologi paling penting di abad ke-21. Sekarang kita dapat menghubungkan objek sehari-hari, seperti peralatan dapur, mobil, termostat, monitor bayi dan lain sebagainya ke internet melalui perangkat yang disematkan, komunikasi tanpa batas yang dimungkinkan antara orang, proses, dan hal-hal lainnya.

Dengan menggunakan komputasi berbiaya rendah, cloud computing, big data, analitik, dan teknologi smartphone, benda fisik dapat berbagi dan mengumpulkan data dengan intervensi manusia minimal. Dalam dunia yang sangat terhubung seperti sekarang ini, sistem dari digital technology pun dapat merekam, memantau, dan menyesuaikan setiap interaksi antara hal-hal yang terhubung (dunia fisik bertemu dengan dunia digital yang bekerja sama). Oke, pada postingan kali ini, Kami akan membahas tentang IOT (Internet of Things) secara lebih detail dan lengkap. Langsung saja, berikut ini adalah ulasannya!

Pengertian IOT

Merupakan singkatan dari Internet of things, atau IOT adalah sistem perangkat komputasi yang saling terkait, mesin mekanik dan digital, objek, hewan atau orang yang dilengkapi dengan pengidentifikasi unik atau UID (Unique Identifiers) dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan campur tangan manusia untuk interaksi manusia atau manusia ke komputer berdasarkan simpulan Kami yang bersumber dari Situs Techtarget.

Suatu hal di internet (baca pengertian internet disini) baik itu berupa seseorang dengan implan monitor jantung, hewan ternak dengan transponder biochip, serta mobil yang memiliki sensor bawaan untuk memberi tahu pengemudi ketika tekanan ban rendah atau tekanan alami atau buatan manusia lainnya merupakan objek yang dapat diberikan alamat IP dan dapat mentransfer data melalui jaringan.

Apa itu Internet of Things?

Lalu, apa itu Internet of Things? Sering disingkat dengan sebutan IOT, Internet of Things adalah sebuah konsep yang memiliki tujuan dalam memperluas manfaat oleh konektivitas Internet yang tersambung secara terus-menerus.

Melalui internet tersebut kita dapat melakukan berbagai macam aktivitas seperti berbagi data (baca pengertian data disini), kontrol, dan berbagai macam hal lainnya.­ Sebenarnya konsep daripada IOT ini sendiri sangat mudah dipahami oleh setiap orang.

Dalam istilah sederhana, Internet of Things (IOT) mengacu pada tren yang sedang berlangsung untuk menghubungkan semua jenis objek fisik ke internet, terutama yang mungkin tidak Anda harapkan. Hal ini bisa berarti segalanya, mulai dari benda-benda rumah tangga biasa seperti kulkas dan bola lampu, hingga aset bisnis seperti label pengiriman dan perangkat medis, hingga perangkat yang dapat dipakai.

Pengertian IOT Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu IOT atau Internet of Things, kita juga harus merujuk kepada pendapat para pakar dan ahli terkait pengertian dan definisi mereka tentang IOT.

Adapun beberapa pengertian IOT menurut para ahli yang perlu kalian ketahui adalah sebagai berikut.

1. Casagras

Menurut Casagras, seorang Coordinator and Support Action for Global RFID-rRlated Activites and Standadisatuion atau Koordinator dan Aksi Dukungan untuk Kegiatan dan Standardisasi Global yang terkait dengan RFID mendefinisikan Internet of Things atau IOT adalah sebuah infrastruktur jaringan global, dimana, mereka menggabungkan benda (berupa fisik dan virtual) melalui kemampuan eksploitasi, rekaman serta komunikasi.

Infrastruktur tersebut terdiri daripada Jaringan yang telah ada, serta internet seperti sekarang ini dengan jaringannya yang sudah dikembangkan.

2. Kevin Ashton (2009)

Menurut Kevin Ashton (2009), definisi IOT berdasarkan pernyataannya adalah alat dengan dukungan kemampuan internet, dimana alat (Internet of Things) tersebut memiliki potensi untuk mengubah sebuah dunia.

Contohnya seperti yang pernah di lakukan oleh yang kita sebut dengan internet, hal itu bahkan bisa saja dapat menjadi lebih hebat lagi.

3. Teknisi IOTforall

Menurut Teknisi IOTforall, Internet of Things (IOT) adalah sistem perangkat komputasi yang saling terkait, mesin mekanik dan digital, objek, hewan atau manusia yang dilengkapi dengan pengidentifikasi unik dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan.

Hal tersebut dilakukan tanpa memerlukan manusia ke manusia atau manusia hanya dengan interaksi ke komputer saja.

Baca Juga :  Mengenal Apa Itu Pengertian Daughterboard: Fungsi dan Perbedaanya dengan Motherboard

Sejarah IOT atau Internet Of Thing

Ilustrasi Gambar Sejarah IOT Atau Internet Of Things Dalam Penjelasan Pengertiannya
Ilustrasi Gambar Sejarah IOT Atau Internet Of Things Dalam Penjelasan Pengertiannya

Setelah mengetahui apa arti IOT, kita juga harus mengetahui apa sejarah IOT hingga dapat kita kenal seperti di tahun 2020 ini bukan? Ya! Gagasan menambahkan sensor dan kecerdasan ke objek dasar ini sudah dibahas sepanjang tahun 1980-an dan 1990-an (dan bahkan jauh lebih awal).

Tetapi terlepas dari beberapa proyek awal tersebut termasuk mesin penjual otomatis yang terhubung ke internet, kemajuannya berjalan lambat hanya karena teknologinya yang belum siap.

Prosesor yang murah dan hemat daya cukup untuk semuanya. Adopsi tag RFID yang merupakan chip berdaya rendah yang dapat berkomunikasi secara nirkabel menyelesaikan beberapa masalah ini, seiring dengan meningkatnya ketersediaan internet broadband dan jaringan seluler serta nirkabel.

Adopsi IPv6, antara lain, harus menyediakan alamat IP yang cukup untuk setiap perangkat yang mungkin dibutuhkan dunia, hal ini juga merupakan langkah yang perlu untuk diukur oleh IOT.

Kevin Ashton merupakan orang yang menciptakan istilah atau ungkapan “Internet of Things” pada tahun 1999, meskipun butuh setidaknya satu dekade lagi untuk teknologi itu mengejar ketinggalan dengan visinya.

Kevin Ashton, salah satu pendiri Auto-ID Center di MIT, pertama kali menyebutkan internet tentang hal-hal dalam presentasi yang dia buat kepada P&G (Procter & Gamble) pada tahun 1999. Dia ingin membawa ID Frekuensi Radio atau RFID (Radio Frequency ID) ke perhatian P&G manajemen seniornya, Ashton menyebut presentasinya “Internet of Things” untuk menggabungkan tren keren baru tahun 1999 yaitu Internet.

Selain itu, buku dari seornag profesor MIT bernama Neil Gershenfeld, yang berjudul “When Things Start to Think”, juga muncul pada tahun 1999, namun tidak menggunakan istilah yang tepat tetapi memberikan visi yang jelas tentang ke mana IOT akan menuju. Seperti itulah kira-kira asal mulanya sejarah IOT hingga sekarang ini.

Cara Kerja IOT

Membahas mengenai pengertian IOT, terkait cara kerjanya, perlu kalian ketahui bahwa ekosistem IOT terdiri ini dari smart devices atau perangkat pintar yang berkemampuan web bekerja dengan menggunakan prosesor built-in (tertanam), sensor, dan hardware atau perangkat keras komunikasi untuk mengumpulkan, mengirim, dan bertindak berdasarkan data yang mereka peroleh dari lingkungan mereka.

Perangkat IOT berbagi data sensor yang mereka kumpulkan dengan menghubungkan ke gateway IOT atau perangkat tepi lainnya tempat dimana data dikirim ke cloud untuk analisa atau dianalisis secara lokal.

Terkadang, perangkat ini berkomunikasi dengan perangkat terkait lainnya dan bertindak berdasarkan informasi (baca pengertian informasi disini) yang mereka dapatkan dari satu sama lain. Perangkat melakukan sebagian besar pekerjaan tanpa campur tangan manusia, meskipun orang atau manusia juga dapat berinteraksi dengan perangkat.

Yup! Perangkat IOT, mereka biasanya dibuat dari sirkuit atau rangkaian elektronik yang memiliki resistor (lihat kalkulator resistor (warna) Kami disini).

Sebagai contoh, misalnya untuk mengaturnya, memberi mereka instruksi atau mengakses data. Konektivitas, jaringan dan protokol Komunikasi yang digunakan dengan perangkat yang mendukung website ini sangat tergantung pada aplikasi IOT spesifik yang digunakan.

Ilustrasi Cara Kerja IOT

Selain menjelaskan tentang apa itu IOT, disini Kami juga akan memberikan sebuah ilustrasi gambaran tentang bagaimana cara kerjanya. Sebagai contoh, misalnya saat kita lupa akan hal yang penting, seperti lupa mengunci pintu rumah kita, sedangkan kita sedang berada di luar rumah kita.

Jadi, untuk menggunakan IOT, logika berdasarkan prinsip IOT dalam mengunci pintu rumah adalah sebagai berikut:

Smartphone>IOT>modul IOT>kunci pintu

Penjelasannya seperti ini, saat kita mulai mengirimkan pesan yang melalui smartphone (baca pengertian smartphone disini), kemudian data diterima oleh perangkat IOT, lalu perangkat IOT memberikan perintah untuk modul seperti doorlock, dan kunci pun bergerak, sampai akhirnya terkunci.

Prinsip Kerja IOT

Ilustrasi Gambar Prinsip Kerja IOT Dalam Pembahasan Pengertian IOT Atau Internet Of Things
Ilustrasi Gambar Prinsip Kerja IOT Dalam Pembahasan Pengertian IOT Atau Internet Of Things

Setelah membahas mengenai pengertian IOT dan cara kerjanya, kita juga harus mengenal prinsip kerja IOT agar lebih memahaminya. Sseperti yang sudah kita ketahui, ini bekerja dengan menerjemahkan bahasa pemrograman yang telah kita masukkan kedalam peralatan atau perangkat IOT.

IOT adalah aplikasi terintegrasi yang memanfaatkan teknologi terkini, yang melibatkan banyak bidang teknis, seperti teknologi sensor, Integrated Circuit (IC) atau sirkuit terpadu, komunikasi data, otomatisasi, komputasi mutakhir, pemrosesan informasi, dan keamanan serta lain sebagainya.

Dalam istilah “Internet of Things”, objek dapat “berkomunikasi” satu sama lain, tanpa campur tangan manusia.

Adapun rantai industri IOT dalam prinsip IOT, dapat dibagi menjadi 4 (empat) bagian, antara lain adalah:

  1. Identitas
  2. Penginderaan
  3. Pemrosesan, dan
  4. Transmisi informasi

Teknologi utama dari masing-masing bagian adalah seperti RFID, Sensor, Chip cerdas dan jaringan telekomunikasi nirkabel masing-masing. Terminal sensing, koneksi jaringan dan perhitungan latar belakang adalah 3 (tiga) teknologi utama yang terdapat dalam prinsip IOT, dimana terminal Sensing disini merupakan dasar dari ketiganya.

Baca Juga :  Memahami Pengertian Conversion: Apa itu Konversi? Dasar, Contoh dan Cara Mengetahuinya! Kenapa itu Penting dalam Dunia Digital Marketing?

Sistem keseluruhan Internet of Things ini pun terdiri dari 2 (dua) sub sistem termasuk RFID dan Sistem jaringan informasi. RFID yang terdiri dari tag

dan pembaca, berkomunikasi melalui air interface (antarmuka udara) dari RFID.

Pembaca mendapatkan tanda produk dan kemudian mengirimkannya ke middleware dari sistem jaringan informasi melalui internet atau saluran komunikasi lainnya. Kemudian nama-nama objek diperoleh melalui Object Naming Services (ONS) atau layanan penamaan objek, dan jenis layanan yang terkait dengan produk informasi diperoleh melalui antarmuka Electronic Product Code (EPC) atau kode produk elektronik.

Pengoperasian seluruh sistem membutuhkan bantuan dari sistem internet, menggunakan varietas protokol komunikasi dan bahasa deskripsi. Dengan demikian kita dapat mengatakan IOT merupakan jumlah dari berbagai layanan informasi produk fisik berdasarkan konstruksi internet.

Terlepas daripada hal tersebut, biasanya alat IOT yang digunakan sering disebut dan dikenal dengan sebuatan mikrokontroller. Perlu Anda ketahui, bahwa, sekarang ini, sudah terdapat banyak jenis microcontroller seperti:

Raspberry Pi, Arduino Uno R3, Intel Galileo dan lain sebagainya.

Masing-masing mikrokontroller tersebut pastinya mempunyai tingkat dan level kecerdasannya masing-masing dan harga pun jugabervariasi, sebanding dengan spesifikasi serta taraf kecerdasanya. Jika Anda menginginkan mikrokontroller yang berspesifikasi tinggi, Anda dapat membeli Raspberry Pi yang harganya terbilang relatif mahal.

Manfaat IOT

Internet of Things (IOT), mereka terus berdampak pada kehidupan pribadi dan profesional kita sekarang ini. Berdasarkan pengertian IOT di atas, adapun beberapa manfaat IOT yang harus Anda ketahui adalah sebagai berikut.

1. Konektivitas

Manfaatnya yang pertama adalah konektivitas. Ucapkan selamat tinggal pada era operasi perangkat yang berbeda secara manual untuk setiap tugas. Katakan halo dan selamat datang kepada kemampuan untuk mengoperasikan banyak hal dari satu perangkat.

Sebagai contoh, misalnya smartphone maka kita dapat mengendalikan termostat, menaikkan Volume di TV hingga meredupkan lampu dan lain sebagainya.

2. Efisiensi

Berikutnya adalah efisiensi. Benar, peningkatan Konektivitas berarti penurunan jumlah waktu yang biasanya dihabiskan untuk melakukan tugas yang sama.

3. Kenyamanan

Smart devices atau peralatan pintar pun menjadi lebih umum, terutama di rumah. Kulkas Pintar adalah beberapa contoh perangkat IOT yang memudahkan serta memberi Anda kenyamanan. Manfaat IOT ini dapat menghemat waktu Anda dan membuat hidup Anda lebih mudah.

3. Kesehatan

Ada banyak cara untuk memantau tujuan kesehatan Anda menggunakan IOT. Sebagai contoh, misalnya seperti Skala Withings yang dapat merekam komposisi berat dan tubuh Anda, memberikan saran, dan menghargai kemajuan menuju tujuan penurunan berat badan.

4. Konservasi

Selanjutnya ada manfaat konservasi. Di Negara maju, smart city atau kota pintar kini juga meningkat, dan developers atau pengembang IOT juga selalu mencari cara terbaru untuk menggunakan IOT dalam memantau kondisi kota seperti lalu lintas, kualitas udara, penggunaan listrik atau air, dan faktor lingkungan lainnya.

Dengan melakukan hal tersebut, maka ini dapat membantu perencana kota dan juga penduduk untuk menemukan solusi untuk masalah saat ini dan menghemat sumber daya.

5. Personalisasi

Manfaat IOT yang terakhir adalah personalisasi. Ketika perangkat IOT Anda mengumpulkan lebih banyak data dari Anda, mereka akan cepat mempelajari rasa suka serta tidak suka Anda dan menyesesuaikan layanan mereka dengan preferensi Anda.

Kelebihan dan Kekurangan IOT

Sekarang kita telah mengenal pengertian apa itu IOT, sejarah, cara kerja, prinsip dan manfaatnya. Bagaimana? Mereka adalah alat-alat yang hebat bukan? Ya, terlepas daripada hal tersebut, apapun itu yang merupakan ciptaan manusia, pasti juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam buatannya.

Di bawah ini Kami juga akan membahas apa saja keuntungan dan kerugian dalam menggunakan IOT. Ayo simak terus ulasannya!

a. Kelebihan IOT

Berikut ini adalah apa saja yang menjadi kelebihan IOT atau Internet of Things:

  • Kemampuan untuk mengakses informasi dari mana saja kapan saja di perangkat apa pun.
  • Peningkatan komunikasi antara perangkat elektronik yang terhubung.
  • Mentransfer paket data melalui jaringan yang terhubung akan menghemat waktu dan uang.
  • Mengotomatiskan tugas yang akan membantu meningkatkan kualitas layanan bisnis dan mengurangi kebutuhan akan intervensi manusia.

b. Kekurangan IOT

Berikut ini adalah apa saja yang menjadi kekurangan IOT atau Internet of Things:

  • Dengan meningkatnya jumlah perangkat yang terhubung dan lebih banyak informasi yang dibagikan di antara perangkat, potensi orang yang dapat mencuri informasi rahasia oleh hacker atau peretas pun juga meningkat.
  • Perusahaan pada akhirnya mungkin harus berurusan dengan sejumlah besar atau mungkin bahkan jutaan perangkat IOT. Dalam mengumpulkan serta mengelola data dari semua perangkat itu akan menjadi tantangan.
  • Jika ada bug atau error dalam sistemnya, kemungkinan setiap perangkat yang terhubung akan rusak.
  • Karena tidak ada standar kompatibilitas internasional untuk IOT (Internet of Things), perangkat dari produsen yang berbeda dalam berkomunikasi satu sama lain bisa menjadi sulit.
Baca Juga :  Memahami Apa Itu Pengertian BOT: Sejarah, Jenis, Manfaat dan Perbedaannya dengan Robot

Contoh IOT

Ilustrasi Gambar Contoh IOT Atau Internet Of Things Dalam Membahas Pengertiannya
Ilustrasi Gambar Contoh IOT Atau Internet Of Things Dalam Membahas Pengertiannya

Selain dari penjelasan IOT di atas, lalu apa saja contoh dari IOT sendiri? Baiklah, di bawah ini adalah beberapa contoh Internet of Things atau IOT yang populer.

1. Industrial IOT (IIOT)

Contoh yang pertama adalah IOT pada bidang industri. Bayangkan siklus hidup alat berat yang digunakan di industri konstruksi.

Operator manusia yang berbeda dapat memberikan tingkat tekanan yang berbeda pada peralatan konstruksi dari waktu ke waktu, serta gangguan karena sejumlah alasan adalah bagian yang dihasilkan dari sebuah operasi. Sekarang pertimbangkan penerapan sensor khusus ke bagian-bagian mesin yang paling rentan rusak dan yang terlalu sering digunakan.

Tidak hanya sensor seperti ini saja yang digunakan untuk pemeliharaan prediktif dan untuk meningkatkan kemahiran manusia (contohnya seperti pengumpulan dan analisis data real-time), tetapi juga untuk memasukkan data kembali ke pabrik tempat para insinyur dapat meningkatkan desain model baru.

2. IOT dalam Bidang Pertanian

IOT telah merevolusi bidang bidang pertanian dalam beberapa cara, termasuk melalui penggunaan Sensor Kelembaban. Dengan memasang berbagai sensor kelembaban di ladang mereka, petani sekarang dapat menerima data yang lebih akurat untuk memprediksi kapan mengairi tanaman mereka.

IOT juga dapat diambil selangkah lebih maju dalam kasus penggunaan ini, di mana sensor kelembaban terhubung ke aplikasi IOT yang mengendalikan mesin irigasi itu sendiri, secara otomatis memicu irigasi berdasarkan data sensor, semua tanpa perlu campur tangan manusia.

3. IOT Logistik dan Transportasi

Salah satu contoh implementasi IOT pertama di bidang industri logistik dan transportasi adalah hal yang melibatkan pelabelan kontainer pengiriman dengan perangkat identifikasi frekuensi radio atau RFID (Radio Frequency ID).

Label sederhana ini menyimpan data digital yang dapat ditangkap oleh pembaca melalui gelombang radio selama RFID berada dalam jarak tertentu dari pembaca. Pada awalnya, hal ini memungkinkan perusahaan Logistik untuk melacak ketika kontainer tiba di pos pemeriksaan tertentu di mana reader atau pembaca RFID dipasang, seperti gudang atau tempat pengiriman.

Kemajuan dalam IOT kini telah menyebabkan perangkat pelacakan pintar bertenaga baterai untuk menggantikan RFID. Perangkat ini dapat mengirimkan data secara terus-menerus ke aplikasi IOT tanpa perlu pembacanya di tempat, artinya perusahaan dapat menganalisis data secara real-time atau waktu nyata untuk pengiriman di setiap rentang rantai pasokan.

Kesimpulan

Bagaimana sudah jelas bukan? Dari penjelasan dan pembahasan mengenaiPengertian IOT, Apa itu Internet of Things? Menurut Para Ahli, Sejarah, Cara Kerja, Prinsip, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan serta Contohnya di atas, dapat kita simpulkan bahwa Internet of Things atau IOT adalah segala hal yang mengacu pada sistem perangkat fisik yang menerima dan mentransfer data melalui jaringan tanpa campur tangan manusia.

Hal ini dimungkinkan dengan mengintegrasikan perangkat komputasi sederhana dengan sensor di semua jenis objek. Sebagai contoh, misalnya smart thermostat atau termostat pintar (kata smart atau pintar disini biasanya dikenal dan berarti “IOT”) dapat menerima data lokasi dari mobil pintar Anda saat Anda bepergian, yang digunakan untuk menyesuaikan suhu rumah Anda sebelum Anda tiba. Hal ini dicapai tanpa campur tangan Anda, dan menghasilkan hasil yang lebih diinginkan daripada jika Anda menyesuaikan termostat secara manual sebelum berangkat atau setelah Anda kembali.

Penutup

Demikianlah penjelasan yang dapat Kami bagikan dalam postingan kali ini, yang membahas tentang Pengertian IOT, Apa itu Internet of Things? Menurut Para Ahli, Sejarah, Cara Kerja, Prinsip, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan serta Contohnya. Semoga tulisan Kami disini dapat bermanfaat serta dapat menambah wawasan kalian semua terutama dalam memahami arti dan kegunaannya.

Silahkan bagikan artikel atau tulisan Kami disini kepada teman-teman dan kerabat kalian semua jika Anda rasa ini bermanfaat untuk mereka. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar