Pengertian Makna: Jenis dan Contoh Makna Kata dalam Bahasa Lengkap

0
rifqi-mulyawan-pengertian-makna
Ilustrasi Pengertian Makna

Pengertian Makna

Sebenarnya, apa itu arti makna? Secara umum, pengertian Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata itu tidak bisa untuk kita hubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu (Tjiptadi, 1984:19).

Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjadi sumber kesulitan atau kesalahan berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung dalam sebuah kata. Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami, dimengerti dan tidak salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan reaksi dalam pikiran pembaca atau pendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.

Pengertian Makna Kata (Semantik)

Seperti yang kita ketahui, “istilah” merupakan satuan terkecil dalam bahasa yang mempunyai arti atau makna. Istilah “kata” pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang mampu digunakan dengan berbahasa. Mansoer Pateda (2001) berpendapat bila kata makna kata merupakan istilah-istilah dan juga istilah yang membingungkan.

Untuk mengkaji mengenai makna kata, masih ada kajian spesifik dalam linguistik, merupakan kajian semantik. Kajian makna istilah menurut penggolongan semantik yaitu merupakan cabang dari linguistik yang secara spesifik meneliti dan juga menyelidiki makna kata, dari usul kata tadi, perkembangan penggunaan istilah, dan penyebab terjadinya perubahan makna kata. Abdul Chaer (1994) dan J.W.M Verhaar (1996) mengemukakan pendapat serupa mengenai pengertian semantik, merupakan cabang studi linguistic (kebahasaan) yang membahas arti atau makna.

Baca Juga :  Pengertian CX (Customer Experience) dan Pentingnya dalam Bisnis

Jenis dan Contoh Makna Kata

rifqi-mulyawan-gambar-dari-pengertian-makna
Gambar dari Pengertian Makna

Penggunaan kata yang majemuk dalam keseharian mengakibatkan makna istilah yang majemuk juga dicermati berdasarkan sudut pandang yang tidak sinkron beda. Jenis-jenis makna istilah yang secara umum ada banyak di kenal di warga diantaranya:

  • Makna konotasi
  • Makna denotasi
  • Makna leksikal
  • Makna gramatikal
  • Makna kontekstual
  • Dan lain sebagainya.

Tidak ada penggolongan pasti mengenai jenis-jenis makna kata. Berbagai ahli di dunia telah mengemukakan pendapatnya mengenai penggolongan makna istilah, beberapa di antaranya adalah Abdul Chaer, Geoffrey Leech, serta Dr. Muhammad Mukhtar Umar.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pengertian makna kata yaitu adalah makna denotatif, makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal. Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya.

a. Makna Denotatif

Sebuah kata yang mengandung kata denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian atau juga makna yang sebenarnya. Kata yang mengandung makna denotative ini digunakan dalam dan pada bahasa ilmiah, karena itu dalam bahasa ilmiah ini seseorang ingin menyampaikan gagasannya. Agar gagasan yang disampaikan tidak menimbulkan tafsiran ganda, ia harus menyampaikan gagasannya dengan kata-kata yang mengandung makna denotative. Dibawah ini adalah pengertian Makna Denotatif menurut para ahli:

1. Maskurun

Makna Denotatif ialah makna dasar, umum, apa adanya, netral tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan (Maskurun 1984:10).

2. Perera

Makna Denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit maka wajar, yang berarti makna kata yang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan pembatasan (perera, 1991:69).

3. Kridalaksana

Makna Denotatif didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu (kridalaksana, 1993:40).

Berdasarkan pendapat menurut ahli di atas mengenai makna, maka Kami simpulkan bahwa Makna Denotatif atau Denotative adalah makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan. Apabila seseorang mengatakan tangan kanannya sakit, maka yang dimaksudkan adalah tangannya yang sebelah kanan sakit.

Baca Juga :  Inilah Pengertian GPA/IPK: Apa itu GPA (Grade Point Average) atau IPK dalam Nilai Akademik?

b. Makna Konotatif

Sebuah kata mengandung Makna Konotatif ini, apabila kata-kata itu mengandung nilai-nilai emosi tertentu. Dalam berbahasa orang tidak hanya dapat mengungkap gagasan, pendapat atau isi pikiran saja. Tetapi juga mengungkapakan emosi-emosi tertentu. Mungkin saja kata-kata yang dipakai sama, akan tetapi karena adanya kandungan emosi yang dimuatnya menyebabkan kata-kata yang diucapkan mengandung makna konotatif disamping mkna denotatif.

Makna Konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan kriteria-kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Contohnya seperti kata kursi, kursi disini bukan lagi tempat duduk, melaikan suatu jabatan atau kedudukan yang ditempati oleh seseorang. Kursi ini diartikan sebagai tempat duduk yang mengandung makna lugas atau juga makna denotatif. Kursi yang diartikan suatu jabatan atau kedudukan yang diperoleh seseorang mengandung makna kiasan atau makna konotatif.

c. Makna Leksikal

Makna Leksikal adalah makna kata seperti yang terdapat dalam kamus, istilah leksikal berasal dari leksikon yang berarti kamus. Makna kata yang sesuai dengan kamus inilah, kata yang memiliki makna leksikal. Contohnya seperti Batin (hati), Belai (usap), Cela (cacat).

d. Makna Gramatikal

Makna Gramatikal adalah makna kata yang diperoleh dari hasil perstiwa tata bahasa, istilah gramatikal dari kata grammar yang artinya tata bahasa. Makna gramatikal sebagai hasil peristiwa tata bahasa ini sering disebut juga nosi. Contohnya seperti Nosi-an pada kata gantungan adalah alat.

e. Makna Asosiatif

Makna Asosiatif adalah makna yang mencakup dari keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia berhubungan dengan masyarakat yang mana masyarakat itu adalah pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai kehendak pemakai bahasa. Makna asositif ini dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif dan juga makna interpretatif.

f. Makna Kolokatif

Makna Kolokatif ini lebih berhubungan dengan dan juga penempatan makna dalam frase sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif ini yaitu adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.

Baca Juga :  Pengertian Perawat (Nurse): Jenis, Tugas dan Proses Keperawatan

g. Makna Reflektif

Makna Reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci/tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.

h. Makna Stilistika

Makna Stilistika yaitu adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada waktu komunikasi itu.

i. Makna Afektif

Makna Afektif ini biasanya dipakai oleh pembicara yang mana berdasarkan perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

j. Makna interpretatif

Makna Interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan (parera,1991:72).

Kesimpulan

Berdasarkan pengertian Makna di atas, dapat kita simpulkan bahwa Makna berarti adalah sebuah arti atau maksud yang tersimpul pada kata, jadi makna dengan bendanya sangat berhubungan dan saling menyatu. Jika suatu kata itu tidak bisa untuk dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu.

Penutup

Demikianlah, ulasan Kami mengenai Pengertian Makna dan penjelasannya secara lengkap dalam Bahasa yang dapat Kami sampaikan dalam tulisan kali ini, semoga dapat bermanfaat. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Daftar Pustaka:

  • Kridalaksana. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia
  • Maskurun, 1984. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta Yudistira.
  • Parera. 1991. Sintaksis. Jakarta. Garamadia Utama.
  • Tjiptadi, Bambang.1984. Tata Bahasa Indonesia. Cetakan II. Jakarta: Yudistira.

Tinggalkan Komentar