Google Colab: Pengertian, Apa itu Jupyter Notebook? Jenis Macam Tips Trik Cara Hacks-nya serta Perbedaan Versi Pro dan Pro+ Mereka!

Gambar Pengertian Google Colab Colaboratory Apa Itu Jupyter Notebook Cara Kerja Dan Jenis Macam Kiat Tips Trik Cara Hacks Penggunaannya Agar Efektif
Gambar Pengertian Google Colab Colaboratory Apa Itu Jupyter Notebook Cara Kerja Dan Jenis Macam Kiat Tips Trik Cara Hacks Penggunaannya Agar Efektif

Mengenal Pengertian Google Colab (Colaboratory), Apa itu Jupyter Notebook? Cara Kerja dan Jenis Macam Tips Trik Cara Hacks-nya!

Oke sebelumnya, pernahkah Anda menginginkan lingkungan (environment) interaktif yang mudah dikonfigurasi untuk menjalankan kode Machine Learning (ML) Anda yang disertakan dengan akses ke GPU secara gratis?

Yup! Google Colab adalah jawaban yang Anda cari.

Jika Anda terbiasa dengan notebook Jupyter, mempelajari Colab akan menjadi hal yang mudah, dan Kami seringkali bahkan dapat mengimpor notebook Jupyter yang berekstensi .ipynb atau .py untuk dijalankan di Google Colab.

Benar! Kita bisa menggunakan Google Colabs seperti notebook oleh Jupyter.

Mereka sangat nyaman karena Google Colab menghostingnya, jadi kita tidak menggunakan sumber daya komputer kita untuk menjalankan notebook.

Selain itu, kita juga dapat membagikan notebook ini sehingga orang lain dapat dengan mudah menjalankan kode kita, semuanya dengan lingkungan standar karena tidak bergantung pada mesin lokal kita sendiri, walaupun kita mungkin perlu menginstal beberapa perpustakaan di lingkungan kita selama inisialisasi.

Oke baiklah, terkait hal tersebutlah dalam postingan kali ini Kami akan membahas terkait pengertian Google Colab (Colaboratory) dan berbagai jenis macam tips trik cara hacks-nya

Pengertian Google Colab (Colaboratory)

Google Colaboratory, atau yang sering dikenal dengan sebutan Google Colab adalah lingkungan Jupyter Notebook gratis yang sepenuhnya berjalan di cloud dan merupakan bagian dari produk riset mereka.

Colab merupakan cara yang nyaman menjalankan notebook Jupyter yang berbasis bahasa pemrograman Python di cloud, serta versi gratisnya juga dilengkapi dengan beberapa akses terbatas ke GPU.

Terkait fungsinya sendiri, Colab notebook ini memungkinkan Anda menggabungkan kode yang dapat dieksekusi dan teks kaya dalam satu dokumen, bersama dengan gambar, HTML, LaTeX, dan lainnya.

Saat Anda membuat buku catatan Colab sendiri, buku catatan tersebut disimpan di akun Google Drive Anda.

Anda dapat dengan mudah berbagi buku catatan Colab dengan rekan kerja atau teman, memungkinkan mereka untuk mengomentari buku catatan Anda atau bahkan mengeditnya.

Apa itu Jupyter Notebook dan Bagaimana Cara Kerjanya pada Google Colab?

Oke, sekarang kita sudah tahu bahwa Google Colab itu dibuat layaknya sebagai alternatif Jupyter Notebook yang dapat diakses secara online dengan teknologi cloud computing (baca pengertian cloud computing di sini).

Lalu, apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan Jupyter Notebook dan mekanisme atau cara kerjanya pada Google Colab?

Perlu untuk diketahui bahwa dokumen buku catatan, notebook document, atau “notebook” adalah dokumen yang dihasilkan oleh aplikasi Jupyter Notebook, yang berisi kode komputer (sebagai contoh misalnya seperti bahasa pemrograman Python) dan elemen teks kaya (paragraf, persamaan, gambar, tautan, dan lainnya).

Baca Juga :  Memahami Pengertian Rich Media: Apa itu? Tujuan dan Fungsi, Jenis, Macam, Manfaat, Cara Membuat serta Kenapa itu Penting!

Notebook document yang dihasilkan oleh aplikasi Jupyter adalah dokumen yang dapat dibaca manusia yang berisi deskripsi analisis dan hasilnya (gambar, tabel, dan lain sebagainya) serta dokumen yang dapat dieksekusi yang dapat dijalankan untuk melakukan analisis data.

Secara fungsinya, pengertian dari Notebook Jupyter adalah alat digunakan untuk semua jenis tugas ilmu data seperti analisis data eksplorasi Exploratory Data Analysis (EDA), pembersihan dan transformasi data, visualisasi data, pemodelan statistik, pembelajaran mesin, dan pembelajaran mendalam.

Buku catatan Jupyter sangat berguna untuk “menunjukkan pekerjaan” yang telah dilakukan tim data Anda melalui kombinasi kode, penurunan harga, tautan, dan gambar.

Ya! Mereka mudah digunakan dan dapat dijalankan sel demi sel (cell by cell) untuk lebih memahami apa yang dilakukan kode tersebut.

Jupyter Notebook juga dapat dikonversi ke sejumlah format output atau keluaran standar (HTML, Powerpoint, LaTeX, PDF, ReStructuredText, Markdown, Python) melalui antarmuka web.

Fleksibilitas ini memudahkan ilmuwan data untuk berbagi pekerjaan mereka dengan orang lain.

Cara Kerja Jupyter Notebook dan Google Colab

Jupyter Notebook, sama seperti Google Colab, pada dasarnya memiliki 2 (dua) komponen utama, yakni halaman web front-end dan kernel back-end.

Halaman web front-end memungkinkan ilmuwan data atau data scientist untuk memasukkan kode pemrograman atau teks dalam cell atau “sel” persegi panjang.

Browser kemudian meneruskan kode ke kernel back-end yang menjalankan kode dan mengembalikan hasilnya.

Jenis Macam Tips Trik Cara Hacks Google Colab (Colaboratory)

Baik, sekarang bagaimana jenis macam kiat, tips, trik, dan cara hacks Google Colab atau Google Colabolatory untuk penggunaan yang lebih maksimal dan efektif?

Langsung saja, mari kita lihat beberapa jenis dan macam tips triknya berikut.

1. Mencegah Google Colab Terputus (Disconnecting) atau Muncul Verifikasi ReCaptcha

Tips dan trik menggunakan Google Colab pertama yang akan Kami bagikan di sini yaitu adalah kiat agar dapat mencegah Google Colab terputus, disconnecting, atau menunjukkan tombol verifikasi ReCaptcha.

Ya, ini dapat dikatakan seringkali terjadi, seperti misalnya saat Kami sedang melakukan training pada model Machine Learning (ML) di proyek AI Kami menggunakan Colab beberapa hari yang lalu serta membiarkan komputer saya menyala selama sekitar satu jam.

Ketika Kami kembali, Kami mendapati bahwa Google Colab memutuskan sambungan komputer dan proses training atau pelatihan model Kami pun berhenti.

Bayangkan kekecewaannya yang luar biasa, di mana kita sudah menunggu selama puluhan jam, namun prosesnya terlah berhenti!

Betul! Seperti yang sudah Kami telusuri, Google Colab akan memutuskan sambungan notebook kita jika kita membiarkannya menganggur selama lebih dari 30 menit, dan menawarkan untuk penggunaan Google Colab Pro, atau Pro+.

Yup! Tapi inilah kabar baiknya, mulai sekarang, Anda tidak khawatir lagi mengatasi masalah ini.

Caranya yaitu cukup dengan membuka saja Google Chrome DevTools Anda dengan menekan F12 atau Ctrl+Shift+I di Linux dan jalankan kode JavaScript di bawah ini pada bidang konsolnya:

function KeepUsing() { console.log("Clicking"); document.querySelector("colab-toolbar-button#connect").click() } setInterval(KeepUsing,60000)
Code language: JavaScript (javascript)

Pastikan kalian memasukkan kodenya di bagian ini, khususnya jika kalian menggunakan browser Google Chrome.

Baca Juga :  Memahami Pengertian Embedding (Penyematan): Manfaat, Cara Melakukan dan Perbedaannya dengan Uploading!
Gambar Trik Cara Memasukkan Script Kode Browser Agar Google Colab Tidak Terputus Disconnecting Dan Menunjukkan Verifikasi ReCaptcha
Gambar Trik Cara Memasukkan Script Kode Browser Agar Google Colab Tidak Terputus Disconnecting Dan Menunjukkan Verifikasi ReCaptcha

Di sini, nilai 60.000 pada fungsi “KeepUsing” di atas mewakili milidetik (setara dengan satu menit).

Sepotong kecil kode ini dapat membuat klik secara otomatis pada layar Google Colaboratory Anda setelah setiap 60 detik!

Yup! Oleh karena itu, Colab menganggap notebook tidak menganggur (idle) dan Anda tidak perlu khawatir terputus serta form verifikasi ReCapthca yang muncul!

Seperti yang dapat kalian lihat pada gambar di atas, di sana Kami yang sudah menggunakan Google Colab versi Pro pun harus tetap waspada agar beberapa masalah seperti disconnecting tersebut tidak membebani kita.

2. Menambah Jumlah Pemakaian RAM

Tips dan trik dalam membahas Google Colab, Jupyter Notebook, dan pengertian, serta artinya yang kedua yaitu adalah untuk menambah jumlah pemakaian Random Access Memory (RAM).

Yup! Pemakaian standar dari Colab saja sudah memberi kita sekitar 13GB RAM gratis.

Benar! Itu cukup mengesankan, tetapi ada kalanya bahkan itu tidak cukup ketika kita sedang membangun model pembelajaran mendalam yang berat dan lebih kompleks pastinya.

Ini adalah trik yang sangat sederhana dan hampir menggandakan kapasitas RAM Anda, namun perlu diingat bahwa cara ini tidak selalu berhasil untuk semua pengguna.

Untuk mendapatkan RAM yang lebih tinggi, Anda harus menjalankan kode berikut di sel kode Colab dan menunggu Google Colab hang:

x = [] while(True): x.append('Lorem Ipsum')
Code language: PHP (php)

Ya, Anda membacanya dan menerapkannya pada sel dengan benar, tunggu runtime Google Colab kalian ngadat.

Segera setelah crash karena kekurangan RAM, tampilannya menanyakan apakah Anda ingin lebih banyak RAM, dengan “Session Crashed After Using Available RAM” atau seperti gambar di bawah ini.

Gambar Tampilan Crash Google Colab Dalam Membahas Pengertian Dan Kiat Tips Trik Hack Penggunaannya
Gambar Tampilan Crash Google Colab Dalam Membahas Pengertian Dan Kiat Tips Trik Hack Penggunaannya

Sekarang, klik dapatkan lebih banyak pada teks “Get More Ram” dan Anda akan melihat popup lainnya seperti screenshot di bawah.

Gambar Tampilan Pesan Popup Untuk Menambah Kapasitas Jumlah RAM
Gambar Tampilan Pesan Popup Untuk Menambah Kapasitas Jumlah RAM

Selamat! Anda sekarang memiliki sekitar lebih dari 13GB RAM, bahkan hingga 25GB RAM yang Anda inginkan!

3. Pintasan Keyboard (Shortcut) untuk Penggunaan yang Efektif

Beralih antara keyboard dan mouse Anda adalah tugas yang membosankan dan memakan waktu.

Oleh karena itu, untuk mempercepat, tips dan trik Google Colab berikutnya ini adalah untuk memberi kita pintasan keyboard tertentu yang sangat berguna.

Sejujurnya, Anda tidak dapat menguasai pengalaman Colab sampai Anda menggunakan dan mengenal pintasan keyboard ini.

Sejujurnya, Kami pribadi merasa pintasan keyboard ini dapat meningkatkan produktivitas Kami sebagai Google Colab, maupun Jupyter Notebook.

Memang, kita tahu perlu waktu untuk mempelajari ini, tetapi begitu Anda menguasainya, Anda dapat menyelesaikan pekerjaan Anda lebih cepat.

Berikut ini adalah beberapa pintasan keyboard (shortcut) untuk penggunaan Google Colab atau Jupyter Notebook yang lebih efektif yang harus kalian ketahui:

AksiGoogle Colab (Colaboratory)Jupyter Notebook
Menampilkan daftar pintasan keyboardCtrl/Cmd M HH
Menambahkan kode di atas selCtrl/Cmd M AA
Menambahkan kode di bawah selCtrl/Cmd M BB
Menghapus sel atau sel yang dipilihCtrl/Cmd M DDD
Membatalkan eksekusi kode pada selCtrl/Cmd M III
Mengubah kode menjadi selCtrl/Cmd M YY
Mengubah teks menjadi selCtrl/Cmd M MM
Membagi pada kursor (split at cursor)Ctrl/Cmd M –Ctrl Shift –

Apa Saja Fitur Google Colab Pro dan Versi Pro+ serta Perbedaannya?

Baiklah, saya tertarik untuk mempelajari dan menggunakan Google Colab, lalu, apakah saya perlu menggunakan versi Pro atau Pro+ Colaboratory?

Baca Juga :  9+ Tips atau Kiat Pemasaran atau Facebook Marketing untuk Bisnis UMKM!

Memang, Colab Pro memecahkan sejumlah masalah bagi engineer pembelajaran mesin dan ilmuwan data, seperti GPU yang lebih cepat, sesi yang lebih lama, interupsi yang lebih sedikit, akses terminal, dan RAM tambahan.

Akan tetapi, perlu kalian ketahui Colab Pro masih terbatas dalam banyak hal, termasuk:

  • Colab Pro tidak tersedia untuk penduduk di semua negara kecuali beberapa negara.
  • Colab Pro membatasi GPU ke NVIDIA P100 atau T4.
  • Colab Pro membatasi RAM hingga 25 GB.
  • Colab Pro membatasi sesi hingga 24 jam.
  • Colab Pro akan menghabiskan waktu sesi seperti Colab.
  • Colab Pro tidak menawarkan versi lengkap JupyterLab.
  • Colab Pro tidak mengizinkan pengunduhan file ke mesin lokal.
  • Colab Pro tidak menjamin sumber daya sehingga instans Anda mungkin tidak tersedia.

Untuk itulah, dalam penggunaan sumber daya yang lebih berat, Kami sarankan agar kalian menggunakan versi Pro+ mereka di sini, yang sedikit detailnya dapat kalian lihat pada gambar di bawah ini.

Gambar Perbedaan Google Colaboratory Biasa Versi Gratis Dengan Google Colab Pro Dan Colab Pro Plus Dalam Pengenalan Pengertian Dan Cara Kerjanya
Gambar Perbedaan Google Colaboratory Biasa Versi Gratis Dengan Google Colab Pro Dan Colab Pro Plus Dalam Pengenalan Pengertian Dan Cara Kerjanya

Kesimpulan

Baiklah, di atas adalah pembahasan Kami tentang pengenalan Pengertian Google Colab (Colaboratory), Apa itu Jupyter Notebook? Cara Kerja dan Jenis Macam Tips Trik Cara Hacks-nya.

Yup! Seperti yang kalian lihat, dapat kita simpulkan bahwa Google Colab merupakan alat web yang luar biasa untuk komunitas ilmu data atau data science dari orang-orang hebat di Google.

Colab memberi kita kemampuan untuk membangun Machine Learning (ML) yang kompleks dan berat serta model deep learning tanpa harus menghabiskan sumber daya mesin kami yang terbatas.

Well, sekedar sharing aja, dengan Colab, Kami pribadi pastinya mengingat betapa beratnya dulu melakukan praktik data science di komputer pribadi.

Benar! Kesalahan seperti “Run of Memory” sekarang cukup terkenal di komunitas ilmu data, dan Google Colab memberi Kami solusi dan menambahkan beberapa ceri di atasnya!

Selain itu, Kami pribadi juga sangan menyukai dukungan Graphical Processing Unit (GPU) dan Tensor Processing Unit (TPU) gratis mereka, yang dapat dikatakan bahwa tidak ada bandingannya dan tak tertandingi dalam IDE pengkodean lainnya.

Penutup

Demikianlah ulasan singkat yang dapat Kami ulas kali ini, di mana Kami membahas mengenai Pengertian Google Colab (Colaboratory), Apa itu Jupyter Notebook? Cara Kerja dan Jenis Macam Tips Trik Cara Hacks-nya.

Semoga tulisan ini dapat berguna dan dapat menambah wawasan kita semua terutama dalam membahas terkait data science dan apa saja lingkungan atau environment pendukungnya serta kiat, tips, trik untuk penggunaannya yang lebih efektif.

Silahkan bagikan artikel atau tulisan Kmai disini jika kalian rasa ini bermanfaat untuk teman, kerabat, rekan kerja, serta bisnis Anda sekalipun. Sekian dari Saya Rifqi Mulyawan, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar