Cerita Inspiratif: Kisah Sabahat yang Balas Dendam (Persahabatan)

0
Ilustrasi Gambar Kisah Sahabat Yang Balas Dendam Dan Ingin Berteman Lagi
Ilustrasi Gambar Kisah Sahabat Yang Balas Dendam Dan Ingin Berteman Lagi

Kisah Sabahat yang Balas Dendam. Sebelum itu, Inspirasi yang berarti ilham. Yaitu ilham yang datang pada pikiran manusia dan juga akhirnya melekat pada jiwa atau hati manusia, akan tetapi inspirasi biasanya justru datang ketika ada rangsangan dari luar diri manusia. Berikut kami menyajikan cerita inspiratif dengan judul “Kisah Sabahat yang Balas Dendam”. Sebelumnya kita pahami terlebih dahulu pengertian inspirasi dibawah ini.

Secara umumnya, pengertian Inspirasi bisa diartikan sebagai sebuah proses yang mendorong manusia atau merangsang pikiran manusia untuk melakukan suatu tindakan, terutama untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan sesuatu yang kreatif. Inspirasi ini biasanya dirangsang untuk melakukan tindakan setelah kita melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang ada di sekitar kita, terutama sesuatu yang menyentuh.

bisa diartikan sebagai sebuah proses yang mendorong manusia atau merangsang pikiran manusia untuk melakukan suatu tindakan, terutama untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan sesuatu yang kreatif. Inspirasi ini biasanya dirangsang untuk melakukan tindakan setelah kita melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang ada di sekitar kita, terutama sesuatu yang menyentuh.

Mudahnya, inspirasi yaitu adalah percikan ide-ide kreatif yang muncul dengan sendirinya atau dengan mengamati dan melakukan sesuatu di tempat tertentu yang terkadang waktu dan tempatnya jarang di kenali.

Inspirasi berbeda dengan motivasi. Motivasi merupakan suatu proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya.

Kisah Sabahat yang Balas Dendam dan Ingin Berteman Lagi

Gambar Kisah Sahabat Yang Balas Dendam Dan Ingin Berteman Lagi Kisah Tentang Persahabatan
Gambar Kisah Sahabat Yang Balas Dendam Dan Ingin Berteman Lagi Kisah Tentang Persahabatan

Suatu hari di sebuah kota tinggal dua teman Kasvi dan Padeek. Mereka memulai usaha bisnis bersama dengan menginvestasikan uang secara setara.

Baca Juga :  Cerita Inspiratif: Kisah Empat Sahabat (Kisah Tentang Kebijaksanaan)

Mereka bekerja sangat keras dan setelah bertahun-tahun mereka menghasilkan banyak uang dengan bisnis itu. Setelah beberapa waktu, Kasvi berpikir untuk meluncurkan usaha bisnis baru. Dia tidak merasa cukup sehingga dia membujuk Padeek untuk berinvestasi dengannya.

Padeek tidak yakin tentang ide baru tetapi masih setuju.

Keduanya bekerja keras tetapi bisnis baru mereka gagal. Mereka harus menghadapi kerugian besar dan semua yang mereka peroleh dengan susah payah dihabiskan untuk menjaga bisnis baru dari tenggelam tetapi bisnis mereka tetap runtuh.

Dalam beberapa tahun kedua sahabat itu beralih dari kekayaan menjadi kemiskinan.

Padeek tidak bisa memaafkan temannya. Dia merasa bahwa Kasvi bertanggung jawab atas kehilangannya karena dialah yang membujuknya untuk berinvestasi dalam ide bisnisnya dan karena kurangnya penilaiannya, dia kehilangan segalanya.

Seiring waktu, kemarahan Padeek terhadap temannya berubah menjadi amarah. Dia memutuskan untuk membalas dendam padanya. Jadi, Suatu hari ketika tidak ada seorang pun di sekitar, dia pergi ke rumah Kasvi dan membakarnya.

Ketika ia melarikan diri dari tempat kejadian, Kasvi melihatnya tetapi tidak dapat membuktikan apa pun. Melihat rumahnya terbakar, Kasvi dibakar dengan amarah terhadap Padeek dan memutuskan untuk membalas dendam kepadanya dengan caranya sendiri.

Kasvi pergi ke bank dan mengambil pinjaman. Dia mendirikan bisnis dan menghasilkan uang dengannya. Dia membuat koneksi di pasar selama waktu itu. Karena koneksi dan bisnisnya, yang dapat membuatnya lebih daripada Padeek. Jadi perlahan-lahan dia mulai menghancurkan hidupnya dengan membuatnya kehilangan semua yang dia miliki bersamanya.

Dalam beberapa bulan, Padeek kehilangan segalanya. Suatu hari dia pergi ke rumah Kasvi dan berkata, “Mari kita hentikan kegilaan ini… Kita berdua telah saling menyakiti satu sama lain…”

Baca Juga :  Motivasi Hidup: Ungkapan dan Istilah Kurangi Untuk Menambah

Kasvi menjawab, “Saya sendiri tidak menikmati balas dendam tetapi Anda meninggalkan saya tanpa pilihan…”

Padeek dengan ragu bertanya, “Lalu, apakah mungkin untuk melupakan semuanya dan menjadi teman lagi… ??”

Dengan tenang Kasvi menjawab, “Tidak… Maaf, tetapi saya tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi pada rumah saya dan Anda tidak akan dapat melupakan apa yang terjadi pada uang Anda… Kita tidak dapat berteman lagi…”

Seperti waktu orang mungkin belajar untuk memaafkan tetapi orang tidak pernah bisa melupakan kesalahan dilakukan kepada mereka… “

Kutipan

Ketika dalam Kemarahan kita harus mencoba untuk Tetap tenang. Setelah kerusakan pada Orang Lain tidak dapat diambil kembali.

Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar