Mengenal Apa Itu Pengertian Protokol Jaringan: Sejarah, Cara Kerja, Jenis dan 7 OSI Layer!

0
Gambar Pengertian Protokol Jaringan Apa Itu Network Protocol Sejarah Cara Kerja Jenis Serta 7 OSI Layer Dan Fungsinya
Gambar Pengertian Protokol Jaringan Apa Itu Network Protocol Sejarah Cara Kerja Jenis Serta 7 OSI Layer Dan Fungsinya

Tahukah Kalian Pengertian Protokol Jaringan, Apa Itu Network Protocol? Sejarah, Cara Kerja, Jenis serta 7 OSI Layer dan Fungsinya? Protokol Jaringan mewakili seperangkat aturan yang ditetapkan yang menentukan cara memformat, mengirim dan menerima data sehingga perangkat jaringan di komputer dari server dan router ke titik akhir yang dapat berkomunikasi terlepas dari perbedaan infrastruktur, desain, atau standar yang mendasarinya. Agar berhasil mengirim dan menerima informasi, perangkat di kedua sisi pertukaran komunikasi harus menerima dan mengikuti konvensi protokol.

Dukungan untuk protokol jaringan dapat dibangun ke dalam software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras) atau keduanya. Protokol jaringan standar menyediakan bahasa umum untuk perangkat dalam jaringan. Tanpa mereka, komputer tidak akan tahu cara berhubungan satu sama lain. Akibatnya, kecuali jaringan khusus yang dibangun di sekitar arsitektur tertentu, beberapa jaringan akan dapat berfungsi, dan internet seperti yang kita tahu tidak akan ada. Hampir semua pengguna akhir jaringan bergantung pada protokol jaringan untuk konektivitas. Dalam postingan kali ini Kami akan membahas tentang pengertian protokol jaringan secara lengkap. Berikut ini adalah ulasannya!

Pengertian Protokol Jaringan

Protokol Jaringan adalah standar dan kebijakan formal yang terdiri dari aturan, prosedur, dan format yang mendefinisikan komunikasi antara dua atau lebih perangkat melalui jaringan. Protokol jaringan mengatur proses ujung ke ujung dari data atau komunikasi jaringan yang tepat waktu, aman dan terkelola menurut simpulan yang Kami ambil dari Situs Technopedia.

Apa itu Network Protocol?

Sederhananya, Protokol adalah seperangkat aturan. Protokol Jaringan atau yang disebut dengan Network Protocol adalah seperangkat aturan yang diikuti oleh jaringan. Protokol jaringan adalah standar dan kebijakan formal yang terdiri dari aturan, prosedur dan format yang mendefinisikan komunikasi antara dua atau lebih perangkat melalui jaringan.

Network Protocol ini melakukan tindakan, kebijakan, dan urusan dari proses end-to-end data yang tepat waktu, aman dan dikelola atau komunikasi jaringan. Mereka mendefinisikan aturan dan konvensi untuk komunikasi. Mereka menggabungkan semua persyaratan proses dan kendala memulai dan menyelesaikan komunikasi antara komputer, router, server dan perangkat jaringan yang diaktifkan lainnya.

Network Protocol harus dikonfirmasi dan diinstal oleh pengirim dan penerima untuk memastikan komunikasi jaringan atau data (baca pengertian data disini). Ini juga berlaku perangkat lunak dan perangkat keras node yang berkomunikasi di jaringan. Ada beberapa jenis protokol jaringan.

Baca Juga :  Pengertian NAK/NACK (Negative Acknowledgement) dalam Data Network

Sejarah Protokol Jaringan

Ilustrasi Gambar Sejarah Protokol Jaringan Dalam Membahas Pengertiannya
Ilustrasi Gambar Sejarah Protokol Jaringan Dalam Membahas Pengertiannya

Dalam membahas mengenai pengertian protokol jaringan kita juga harus mengetahui sedikit tentang sejarahnya. Protokol Jaringan ini dirancang pertama kali pada awal tahun 1970-an. Tapi, pada saat itu beliau hanya dipakai buat menghubungkan beberapa node dan tidak diperkirakan bakal berkembang secara dunia seperti kini. Sekarang saat memasuki tahun 1990-an masyarakat sadar bahwa pertumbuhan internet mulai terlihat.

Dari sana, muncullah berbagai macam protokol yang digunakan dari kalangan tertentu. Tetapi, ada kasus baru, dimana jenis protokol berdasarkan pabrik tertentu tidak akan dapat saling terhubung dengan protokol yang lain. Akhirnya, ISO (International Standard Organization) menciptakan standarisasi protokol yang dikenal dengan OSI (Open System Interconnection). Tapi, dalam perkembangannya, OSI telah digantikan oleh TCP/IP yang lebih diterima oleh masyarakat sebagai pengguna.

Awalnya, protokol diciptakan oleh sebuah perusahaan agar dapat mendukung komunikasi antara perangkat buatan dari mereka. Kelemahannya, apabila alat yang tidak dibuat dari satu vendor tertentu, maka pertukaran informasi pun akan sulit dilakukan. Oleh karena itulah, protokol-protokol tersebut mulai tidak digunakan dan juga digantikan oleh protokol standar. Perlu kalian ketahui bahwa, tidak semua protokol memiliki fitur atau fungsi yang sama. Sebagian diantaranya memang serupa, tapi mereka berada pada tingkatan yang berbeda.

Cara Kerja Protokol Jaringan

Seperti yang sudah Kami jelaskan mengenai apa itu protokol jaringan di atas, Protokol jaringan memecah proses-proses yang lebih besar menjadi fungsi-fungsi dan tugas-tugas yang terpisah dan didefinisikan secara sempit di setiap tingkat jaringan. Dalam model standar, yang dikenal sebagai model Open Systems Interconnection atau OSI, satu atau lebih protokol jaringan mengatur aktivitas di setiap lapisan dalam pertukaran telekomunikasi.

Satu set protokol jaringan yang bekerja sama disebut seperangkat protokol. TCP/IP suite mencakup banyak protokol lintas lapisan seperti data, jaringan, transportasi dan lapisan aplikasi yang bekerja bersama untuk memungkinkan konektivitas internet. Ini termasuk:

  • Transmission Control Protocol (TCP); Menggunakan seperangkat aturan untuk bertukar pesan dengan titik internet lainnya di tingkat paket informasi.
  • User Datagram Protocol (UDP); Bertindak sebagai protokol komunikasi alternatif untuk TCP dan digunakan untuk membangun koneksi latensi rendah dan toleransi kerugian antara aplikasi dan Internet.
  • Protokol Internet (IP); Menggunakan seperangkat aturan untuk mengirim dan menerima pesan di tingkat alamat Internet.
  • protokol jaringan tambahan yang mencakup Hypertext Transfer Protocol (HTTP) dan File Transfer Protocol (FTP), yang masing-masing telah menetapkan seperangkat aturan untuk bertukar dan menampilkan informasi.

Setiap paket yang dikirim dan diterima melalui jaringan berisi data biner. Sebagian besar protokol akan menambahkan header di awal setiap paket untuk menyimpan informasi tentang pengirim dan tujuan pesan yang dituju.

Baca Juga :  Pengertian CX (Customer Experience) dan Pentingnya dalam Bisnis

Beberapa protokol juga dapat menyertakan footer di bagian akhir dengan informasi tambahan. Protokol jaringan memproses header dan footer ini sebagai bagian dari data yang bergerak di antara perangkat untuk mengidentifikasi pesan dari jenis mereka sendiri.

Jenis-Jenis Protokol Jaringan

Mengacu pada penjelasan pengertian dan definisi protokol jaringan di atas, menggabungkan semua proses, persyaratan, dan kendala memulai dan menyelesaikan komunikasi antara komputer, server, router, dan perangkat yang mendukung jaringan lainnya (baca pengertian perangkat jaringan komputer disini).

Protokol Jaringan harus dikonfirmasi dan diinstal oleh pengirim dan penerima untuk memastikan komunikasi jaringan data dan berlaku untuk perangkat lunak dan perangkat keras yang berkomunikasi di jaringan.

Adapun beberapa jenis protokol jaringan yang perlu kalian ketahui adalah sebagai berikut:

a. Network Communication Protocols (Protokol Komunikasi Jaringan)

Yang pertama adalah Network Communication Protocols. Protokol komunikasi data dasar ini seperti TCP/IP dan HTTP.

b. Network Security Protocols (Protokol Keamanan Jaringan)

Berikutnya adalah Network Security Protocols. Protokol keamanan jaringan disini menerapkan keamanan melalui komunikasi jaringan dan termasuk HTTPS, SSL dan SFTP.

c. Network Management Protocols (Protokol Manajemen Jaringan)

Yang terakhir adalah Network Management Protocols. Protokol manajemen jaringan, mereka menyediakan tata kelola dan pemeliharaan jaringan dan termasuk SNMP dan ICMP.

Apa itu 7 OSI Layer dan Fungsinya?

Gambar Apa Itu 7 OSI Layer Dan Fungsinya Masing-Masing
Gambar Apa Itu 7 OSI Layer Dan Fungsinya Masing-Masing

Disingkat dengan OSI, Model Open Systems Interconnection adalah model konseptual yang dibuat oleh organisasi internasional untuk standardisasi yang memungkinkan beragam sistem komunikasi untuk berkomunikasi menggunakan protokol standar. Dalam bahasa sederhana, OSI menyediakan standar untuk sistem komputer yang berbeda untuk dapat berkomunikasi satu sama lain.

Berikut ini adalah 7 OSI Layer dan fungsinya yang harus kalian ketahui dalam membahas protokol jaringan.

1. Physical Layer

Layer yang pertama adalah Physical Layer. Physical layer berfungsi sebagai suatu atau sebuah proses konversi data digital dan analog (electricity voltage) ataupun sebaliknya. Layer ini mentransmisikan bit stream mentah melalui media fisik.

2. Data Link Layer

Berikutnya yaitu adalah Data Link Layer. Fungsinya adalah untuk mengatur proses pengiriman data melalui media dan menentukan pengalamatan secara fisik. Layer ini mendefinisikan format data pada jaringan.

3. Network Layer

Network Layer, Fungsinya adalah menentukan penentuan jalur pengiriman data antara end-systems dan mengkonfigurasi routing. Sederhananya, layer ini menentukan jalur fisik mana yang akan di ambil oleh data.

4. Transport layer

Selanjutnya adalah Transport Layer. Fungsinya adalah untuk menentukan kehandalan pengiriman data, membangun dan menjaga virtual circuit antar host atau jaringan. Transport layer juga berfungsi untuk memperbaiki informasi data yang dikirimkan, dengan meminta kembali kepada hosts pengirim. Layer ini mentransmisikan data menggunakan protokol transmisi termasuk TCP dan UDP.

Baca Juga :  Mengenal Pengertian Bing: Apa itu Bing? Sejarah, Fitur dan Perbedaan Bing dengan Google!

5. Session layer

Fungsi Session Layer adalah untuk membangun, mengatur, mengentikan, sesi antar aplikasi atau layanan. Layer ini menjaga koneksi dan bertanggung jawab untuk mengendalikan port dan session.

6. Presentation Layer

Fungsi Presentation Layer adalah menjamin data dapat dibaca oleh sistem yang menerima data. Presentation Layer juga berfungsi dalam menentukan format data yang dikirimkan atau yang diterima serta untuk menentukan struktur datanya. Layer ini akan memastikan bahwa data dalam format yang dapat digunakan dan merupakan tempat enkripsi data terjadi.

7. Application Layer

7 OSI Layer yang terakhir adalah Application Layer. Fungsi Application Layer adalah sebagai aplikasi atau layanan yang dapat melakukan komunikasi data, misalnya seperti electronic mail, file transfer, browser dan lain sebagainya. Layer ini adalah lapisan interaksi komputer manusia, di mana aplikasi dapat mengakses layanan jaringan.

Kesimpulan

Jadi, dari pembahasan mengenai apa itu Pengertian Protokol Jaringan, Apa Itu Network Protocol? Sejarah, Cara Kerja, Jenis serta 7 OSI Layer dan Fungsinya di atas, dapat kita simpulkan bahwa Protokol Jaringan adalah sebuah aturan hubungan komunikasi data di dalam jaringan komputer. Untuk dapat berkomunikasi dengan berbagai macam vendor diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui oleh beberapa pihak.

Protokol jaringan juga berkaitan dengan Layer OSI. Kalian dapat melihat apa saja 7 OSI Layer dan Fungsinya yang sudah Kami jelaskan di atas agar lebih memahaminya.

Penutup

Demikianlah pembahasan yang dapat Kami sampaikan kali ini yang membahas mengenai apa itu Pengertian Protokol Jaringan, Apa Itu Network Protocol? Sejarah, Cara Kerja, Jenis serta 7 OSI Layer dan Fungsinya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Silahkan bagikan artikel atau tulisan Kami disini dengan menyertakan sumbernya serta jangan lupa meninggalkan komentar kalian di bawah ini. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar