Pengertian Hak dan Kewajiban: Menurut Para Ahli dan Contohnya Secara Lengkap

0
Hak-dan-Kewajiban
Ilustrasi Hak dan Kewajiban

Sebenarnya, apa itu Pengertian Hak dan Kewajiban? Dalam membahas pengertiannya, setiap Warga Negara pastinya memiliki hak serta kewajiban yang sama di mata hukum, asasi manusia, maupun yang diatur menurut undang-undang dasar 45 dan secara umum.

Pengertian Hak dan Kewajiban

1. Pengertian Hak

Pengertian Hak adalah suatu peran yang bersifat fakultatif yang memiliki arti boleh dilaksanakan atau juga tidak dilaksanakan.

2. Pengertian Kewajiban

Sedangkan Pengertian kewajiban adalah peran yang bersifat imteratif dalam arti khusus dan harus dilaksanakan.

Jadi, bagaimana pengertian Hak dan Kewajiban, pengertian Hak dan Kewajiban menurut para ahli dan contoh Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia? berikut Kami ulas kembali pengertiannya secara lengkap di bawah ini.

Pengertian Hak Menurut Para Ahli

rifqi-mulyawan-ilustrasi-dari-hak-dan-kewajiban
Ilustrasi dari Pengertian Hak dan Kewajiban

Agar lebih memahami tentang Hak dan Kewajiban tentunya kita harus merujuk kepada pendapat para ahli. Hak merupakan Sesuatu yang mutlak milik pemiliknya dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya seperti hak mengeluarkan pendapat, hak mendapatkan pengajaran dan lain sebagainya.

1. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono, Hak dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:

a. Hak Searah atau Relatif

Pada umumnya, hak muncul dalam hukum perikatan atau perjanjian. Contohnya seperti hak untuk menagih atau hak untuk melunasi prestasi.

b. Hak Jamak Arah atau Absolut

Adapun hak jamak arah atau absolut ini terdiri dari:

  • Hak dalam HTN (Hukum Tata Negara) pada penguasa menagih pajak, pada warga hak asasi.
  • Hak kepribadian, hak atas kehidupan, hak tubuh, hak kehormatan dan kebebasan.
  • Hak kekeluargaan, hak suami istri, hak orang tua, hak anak.
  • Hak atas objek imateriel, hak cipta, merek dan paten.

2. Prof. Dr. Notonegoro

Prof. Dr. Notonegoro, menurutnya Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.

Baca Juga :  Pengertian TWAIN: Apa Itu TWAIN? Sejarah, Tujuan dan Istilahnya

3. Salmond

Menurut Salmond, Hak memiliki 4 pengertian, yakni:

a. Hak dalam Arti Sempit

Hak berpasangan dengan kewajiban. Contohnya adalah sebagai beriku:

  • Hak yang melekat pada seseorang sebagai pemilik.
  • Hak yang tertuju kepada orang lain sebagai pemegang kewajiban antara hak dan kewajiban berkorelatif.
  • Hak dapat berisikan untuk kewajiban kepada pihak lain agar melakukan perbuatan (comission) atau tidak melakukan (omission) suatu perbuatan.
  • Hak dapat memiliki objek yang timbul dari comission dan omission.
  • Hak memiliki titel atau gelar, ialah suatu peristiwa yang menjadi dasar sehingga hak itu melekat pada pemiliknya.

b. Hak Kemerdekaan

Hak kemerdekaan adalah hak memberikan kemerdekaan kepada seseorang untuk melakukan kegiatan yang diberikan oleh hukum namun tidak untuk menggangu, melanggar, menyalahgunakan sehingga melanggar hak orang lain, dan pembebasan dari hak orang lain.

c. Hak Kekuasaan

Hak Kekuasaan adalah hak yang diberikan untuk melalui jalan dan cara hukum, untuk mengubah hak-hak, kewajiban-kewajiban, pertanggung jawaban atau lain-lain dalam hubungan hukum.

d. Hak Kekebalan atau Imunitas

Hak Kekebalan atau Imunitas yaitu adalah hak untuk dibebaskan dari kekuasaan hukum orang lain.

4. Curzon

Pengertian Hak menurut Curzon, menurutnya Hak dikelompokan menjadi 5, yaitu:

1. Hak Sempurna

Hak Sempurna adalah contoh hak dapat dilaksanakan dan dipaksakan melalui hukum dan hak tidak sempurna, misalnya hak yang dibatasi oleh ke-kadaluwarsa-an.

2. Hak Utama

Hak Utama yaitu adalah hak yang diperluas oleh hak-hak lain, hak tambahan, Hak Utama adalah pelengkap hak utama.

3. Hak Publik

Hak Publik merupakan hak yang ada pada masyarakat, negara dan hak perdata, Hak yang ada pada seseorang.

4. Hak Positif dan Negatif

Hak Positif yaitu adalah hak menuntut dilakukannya perbuatan, sedangkan hak negatif adalah agar tidak melakukannya.

5. Hak milik

Hak Milik yaitu adalah hak yang berkaitan dengan barang dan hak pribadi berkaitan dengan kedudukan seseorang.

Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli

Ilustrasi Gambar Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli
Ilustrasi Gambar Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli

1. Prof. Dr. Notonegoro

Menurut Prof. Dr. Notonegoro, Kewajiban adalah sebuah dan merupakan beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Menurutnya Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.

2. Curzon

Pengertian Kewajiban menurut Curzon. Menurutnya, Kewajiban dikelompokan menjadi 5, yaitu:

a. Kewajiban Mutlak

Menurut Curzon Kewajiban disiini tertuju kepada diri sendiri maka tidak berpasangan dengan hak dan berhubungan dengan melibatkan hak di lain pihak.

b. Kewajiban Publik

Didalam hukum publik yang berkorelasi dengan hak publik ialah wajib mematuhi hak publik dan kewajiban perdata timbul dari perjanjian berkorelasi dengan hak perdata.

c. Kewajiban Positif dan Negatif

Menurut Curzon Kewajiban Positif adalah menghendaki dilakukannya sesuatu dan kewajiban negatif, artinya tidak melakukan sesuatu.

d. Kewajiban Universal atau Umum

Kewajiban Universal atau Umum menurut Curzon merupakan kewajiban yang ditujukan kepada semua warga negara atau secara umum, ditujukan kepada golongan tertentu dan kewajiban khusus, timbul dari bidang hukum tertentu, perjanjian.

Baca Juga :  Pengertian Cinta: Menurut Para Ahli dan Macam-Macam Makna Cinta

e. Kewajiban Primer

Menurut Curzon Kewajiban Primer ini tidak timbul dari perbuatan melawan hukum. Contoh kewajiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang bersifat memberi sanksi, timbul dari perbuatan melawan hukum misal membayar kerugian dalam hukum perdata.

Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara berdasarkan UUD 1945

Menurut pasal 26 ayat nomor 2 dalam UUD 1945, Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang (mempunyai) bertempat tinggal di Indonesia.

  • Bukan Penduduk yaitu adalah orang-orang asing yang tinggal dalam negara bersifat sementara bersarkan dan sesuai dengan visa
  • Istilah dari Kewarganegaraan (citizenship) memiliki arti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara, atau segala hal yang berhubungan dengan warga negara.

Pengertian Warga Negara Menurut Para Ahli

Sebelum membahas lebih lanjut mari kita bahas terlebih dahulu sedikit pengertian Warga Negara menurut Definisi dan Pendapat para ahli. Berikut uraiannya:

1. Warga Negara Menurut UU No.62 Tahun 1958

Menurut UU No.62 Tahun 1958 Warga Negara adalah orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan atau perjanjian-perjanjian dan juga peraturan-peraturan yang berlaku sejak proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 sudah menajdi warga negara republik.

2. Warga Negara Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Berdasarkan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Warga Negara adalah penduduk dari sebuah negara atau bangsa yang berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan lain sebagainya yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga dari Negara dari Negara itu sendiri.

3. Koerniatmanto S

Menurut Koerniatmanto S, pengertian Warga Negara adalah anggota dari negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya dan mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal-balik terhadap negaranya.

4. Ko Swaw Sik (1957)

Menurut Ko Swaw Sik (Tahun 1957), Warga Negara adalah ikatan hukum antara Negara dan seseorang.

5. A.S. Hikam

Menurut A.S. Hikam, pengertian Warga Negara adalah terjemahan dari kata Citizenship yang berarti anggota dari sebuah kelompok/komunitas yang membentuk negara itu sendiri.

6. Graham Murdock

Menurut Graham Murdock, Pengertian Warga Negara adalah suatu hak untuk dapat berpartisipasi secara utuh dalam berbagai pola struktur yang ada pada sosial, politik dan kehidupan Kultural atau Cultural serta untuk dapat membantu menciptakan bentuk-bentuk yang selanjutnya.

Hak Warga Negara Indonesia

Adapun Hak-hak dari Warga Negara Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak; Yaitu tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).
  • Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan; adalah setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).
  • Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan; yang dilakukan melalui perkawinan yang sah sesuai dengan pasal 28B ayat 1.
  • Hak atas kelangsungan hidup; Maksudnya setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan Berkembang”.
  • Hak untuk mengembangkan diri; dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
    meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia sesuai dengan pasal 28C ayat 1.
  • Hak untuk memajukan dirinya; dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya sesuai dengan pasal 28C ayat 2.
  • Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum; yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum sesuai dengan pasal 28D ayat 1.
  • Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup; hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum dan juga hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun sesuai dengan pasal 28I ayat 1.
Baca Juga :  Mengenal Pengertian SMB (Server Message Block) Protocol: Tujuan, Fungsi dan Cara Kerjanya!

Kewajiban Warga Negara Indonesia

Adapun Kewajiban dari Warga Negara Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Wajib menaati hukum dan pemerintahan; Sesuai dengan Pasal 27 ayat (1) UUD 1945
  • Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara; Sesuai dengan Pasal 27 ayat (3) UUD 1945
  • Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain; Sesuai dengan Pasal 28J ayat 1
  • Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang; Yang mana sesuai dengan Pasal 28J ayat 2
  • Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara; Yang sesuai dengan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945

Hak dan Kewajiban Warga Negara

Lalu, apa itu Hak dan Kewajiban dari Warga Negara? berikut adalah Hak dan Kewajiban dari Warga Negara:

  1. Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara dan Wujud hubungan warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan atau role.
  2. Hak kewajiban warga negara Indonesia yang tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 31 UUD 1945.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan mengenai pengertian Hak dan Kewajiban di atas, dapat kita simpulkan bahwa pengertian Hak dan Kewajiban seperti ini, Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.

Sedangkan Kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.

Lalu, apa itu Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Hak tersebut diperoleh bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya, bisa dikatakan juga HAM sudah ada sejak kita masih ada didalam kandungan dan itu melekat pada diri kita saat kita lahir.

Penutup

Demikian ulasan Kami kali ini mengenai pengertian Hak dan Kewajiban, menurut para Ahli beserta penjelasan dan contohnya yang dibahas secara lengkap. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan Kita Semua. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar