Penjelasan Pengertian Serif: Apa itu Serif (Font)? Sejarah, Tujuan, Jenis, Penggunaan dan Contohnya serta Perbedaannya dengan Sans-Serif!

0
Gambar Dari Pengertian Serif Apa Itu Serif Font Sejarah Tujuan Jenis Bagian Penggunaan Dan Contohnya Serta Perbedaannya Dengan Sans Serif
Gambar Dari Pengertian Serif Apa Itu Serif Font Sejarah Tujuan Jenis Bagian Penggunaan Dan Contohnya Serta Perbedaannya Dengan Sans Serif

Tahukah Anda, Pengertian Serif, Apa itu Serif (Font)? Sejarah, Tujuan, Jenis, Penggunaan dan Contohnya serta Perbedaannya dengan Sans-Serif? Tipografi jelas merupakan seni, di mana detail dan elemen terkecil pun bermakna dan dapat memengaruhi persepsi keseluruhan penciptaan akhir, apakah itu gambar atau teks, dicetak dengan jenis huruf tertentu. Dalam hal desain font, Serif mewakili elemen-elemen kecil, yang menambahkan karakter tertentu ke jenis huruf dan pastinya juga berkontribusi terhadap rasa yang disuguhkan.

Serif memberikan tanda yang unik dan mudah terlihat pada setiap font ditandainya. Untuk mendefinisikannya, itu seperti garis-garis kecil atau coretan di ujung coretan utama huruf dalam font tertentu. Kadang-kadang, Serif juga dijelaskan secara deskriptif sebagai “kait” atau “kaki kecil” di ujung-ujung sapuan hurufnya secara vertikal dan horizontal. Oke, terkait hal tersebut dalam postingan kali ini, Kami akan membahas secara lebih detail dan lengkap tentang apa itu pengertian serif dalam dunia tipografi. Langsung saja, berikut ini adalah ulasannya!

Pengertian Serif

Juga disebut dengan Serif font, Serif adalah garis dekoratif kecil ditambahkan sebagai hiasan pada bentuk dasar karakter berdasarkan simpulan Kami yang mengacu pada sumber dari Situs Webopedia.

Tipografi sering digambarkan dan berkaitan dengan Serif atau Sans Serif (yang berarti tanpa Serif).

Terkait contoh font-nya adapun jenis huruf Serif yang paling umum adalah seperti Times Roman dan untuk jenis huruf sans Serif yang umum adalah Helvetica.

Apa itu Serif (Font)?

Ilustrasi Gambar Apa Itu Serif Font Dalam Typograhpy Atau Tipografi
Ilustrasi Gambar Apa Itu Serif Font Dalam Typograhpy Atau Tipografi

Jadi, apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan Serif font ini? Seperti yang sudah Kami terangkan di atas, ini juga merupakan sebutan lain untuk istilah Serif.

Maksud kata Serif dalam typography (baca pengertian tipografi disini) adalah mengacu pada bentuk dekoratif pada character atau karakternya.

Ini juga salah satu kata pertama yang akan Anda temui terutama jika Anda berkecipung dalam dunia typography (tipografi).

Dalam tipografi, Serif adalah goresan ekstra kecil yang ditemukan pada akhir goresan vertikal dan horizontal utama dari beberapa huruf.

Dalam beberapa kasus, Serif membantu keterbacaan jenis huruf. Istilah “font Serif” mengacu pada gaya tipe apa pun yang memiliki Serif.

Perlu kalian ingat disini bahwa font tanpa Serif disebut “font Sans Serif”. Ini juga merupakan jenis font populer dan telah ada selama bertahun-tahun.

Jika kalian bertanya contohnya, maka perlu kalian ketahui bahwa Times Roman adalah salah satu contoh font Serif yang populer terutama dalam software aplikasi Microsoft Office.

Sejarah Awal Serif

Agar lebih memahami tentang apa itu Serif, pastinya kita juga harus mengenal dan mengetahui paling tidak sedikit hal terkait sejarah awal mereka bukan?

Memang, sejarah istilah Serif terbilang sedikit tidak jelas, tetapi ada salah satu teori yang paling populer adalah bahwa dia (Serif) berasal dari kata Belanda yaitu schreef, yang berarti “garis” atau “pena stroke”.

Baca Juga :  Pengertian XAMPP: Menurut Para Ahli, Sejarah XAMPP, Penggunaannya

Dalam bukunya The Origin of the Serif, seorang ahli atau pakar bernama Edward Catich mengatakan Serif pertama kali diperkenalkan ketika garis-garis dilukis di atas batu sebagai panduan bagi para pemahat.

Para tukang batu tersebut kemudian mengikuti tanda kuas tersebut, yang akan selalu mencakup pembakaran di ujung stroke-nya.

Beberapa yang lainnya percaya Serif diperkenalkan untuk membuat ujung garis lebih rapi ketika dipahat menjadi batu.

Istilah Serif sangat populer dikenal apalagi ketika membahas tentang tipografi hingga tahun 2020 saat ini.

Tujuan Serif

Sekarang, setelah kita mengetahui apa arti Serif dan sejarahnya di atas, kita pasti sudah dapat menggambarkan apa tujuan penggunaannya bukan?

Ya! Tujuan utama dari istllah Serif, adalah untuk meningkatkan tingkat keterbacaan. Font dengan (yang memiliki) Serif sangat berguna untuk blok teks besar.

Serif memudahkan mata untuk menjelajahi teks, banyak font Serif dirancang dengan indah dan menambahkan sentuhan khas di mana pun mereka digunakan.

Sebagian besar buku, surat kabar, dan majalah menggunakan font Serif untuk menambah level readability atau keterbacaannya.

Font Serif dapat Kami katakan tidak terlalu berguna untuk desain web, terutama ketika mereka digunakan dalam ukuran kecil.

Karena resolusi layar dari beberapa monitor komputer yang rendah, Serif kecil dapat hilang atau kabur, dimana hal tersebut akan membuat teks sulit dibaca.

Banyak web designer atau perancang web lebih suka menggunakan font Sans-Serif untuk getaran kasual dan tampilan yang bersih.

Jenis-Jenis Serif

Selain membahas mengenai apa arti Serif, sejarah dan tujuannya, Kami juga akan memberitahu kalian terkait jenis dan macam mereka.

Perlu kalian ketahui, font Serif biasanya dapat dipecah menjadi 4 (empat) sub-kategori, masing-masing dengan fitur pendefinisiannya sendiri.

Di bawah ini adalah penjelasan tentang jenis-jenis atau macam dari Serif yang harus kita ketahui.

1. Old Style

Jenis Serif yang pertama adalah old style atau gaya lama. Ini dapat Kami katakan seperti kembali ke tahun 1400-an, dimana mereka pada dasarnya terinspirasi oleh kaligrafi pada saat itu.

Koneksi ke juru tulis dapat dilihat dalam goresan membulat dan garis tebal ke tipis. Serif ditempatkan pada sudut, yang membuatnya menjadi jenis huruf yang mudah dibaca.

Baik di “masa lalu” dan hari (sekarang) ini, gaya lama atau old style adalah favorit penerbit surat kabar, majalah dan buku.

2. Transitional

Jenis huruf transitional atau transisi (juga disebut dengan barok) mulai populer setelah pertengahan abad ke-18.

Itu dianggap dan merupakan perpaduan antara old style dan font masa depan. Perbedaan utamanya terkait erat dengan garis tebal dan tipis.

Dalam tipografi, transisional Serif, mereka digambarkan dengan lebih dramatis daripada old style (gaya lama) tetapi kurang dari gaya didone (yang akan Kami bahas selanjutnya).

3. Didone

Jenis huruf Serif modern atau didone menjadi terkenal di akhir abad ke-18. Ada kontras antara garis tebal dan tipis.

Serif pada gaya didone cenderung sangat tipis, sedangkan garis-garis vertikalnya seringkali terlihat lebih berat.

Jenis ini menjadi sangat menonjol di majalah selama awal abad ke-19 tetapi memudar seiring waktu.

Baca Juga :  Doa Mandi Junub (Wajib, Besar) Teks Latin dan Arabnya, Keadaan, Tata Cara serta Perbedaannya!

4. Slab Serif

Slab Serif muncul di awal 1800-an. Gaya ini dicirikan oleh Serif yang tebal, seperti balok dan seringkali selebar garis vertikal.

Gaya slab Serif, dengan fitur-fiturnya yang menarik, adalah pilihan umum para perancang poster.

Penggunaan Font Serif dan Contohnya

Ilustrasi Gambar Pengertian Serif dalam Typograhpy
Ilustrasi Gambar Pengertian Serif dalam Typograhpy | Dribbble

Selain membahas tentang pengertian apa itu Serif, disini kita akan membahas tentang penggunaannya.

Ya! Seorang desainer profesional tahu akan pentingnya tipografi. Font yang tepat dapat mengubah seluruh proyek menjadi terlihat lebih menonjol.

Sebagai audience, Anda pasti akan segera tahu akan hal itu, selain itu membentuk harmoni (seperti nada), penggunaannya yang tepat juga akan menarik perhatian Anda, serta menghembuskan kehidupan ke dalam visi Anda.

Di sisi lain, pemilihan font yang salah bisa mematikan desain Anda atau membuatnya benar-benar tidak terbaca. Ingat, pertanyaan pertama ketika memilih sebuah font adalah, “haruskah saya menggunakan font Serif atau Sans-Serif?”

Di bawah ini adalah beberapa penggunaan font Serif dalam berbagai komponen atau elemen desain dan tipografi beserta penjelasannya.

a. Logo

Tren umum dalam industri telah melihat desainer logo terlihat lebih unggul dengan menggunakan font Sans-Serif (tipografi tanpa unsur Serif di dalamnya).

Google adalah contohnya, dimana mereka membuang Serifnya, seperti halnya juga Yahoo!. Jadi, jika perusahaan modern dan terkenal membuangnya, mengapa bisnis Anda harus mempertimbangkannya untuk logo?

Saat Anda ingin membangun sejarah dan otoritas, Anda harus mempertimbangkan pemilihan font dengan Serif.

Selain itu juga, dalam menyampaikan kualitas dan kelasnya ini merupakan pilihan yang tepat. Benar, pembuat jam seperti di perusahaan Rolex yang menghasilkan produk kelas atas, mereka menggambarkan atribut ciri khas merek mereka.

Logo Serif mereka mengungkapkan standar kualitas ini. Jadi, apa yang dikomunikasikan desain logo Anda?

b. Print Design

Serif adalah font yang mudah dibaca, itu salah satu alasan utama para publisher atau penerbit memilihnya terutama dalam print design atau media cetak.

Kalian dapat melihat surat kabar seperti The Washington Post dan LA Times yang terkenal secara global sebagai contohnya, dimana mereka menggunakan font Serif dalam teks body (bagian isi) mereka, berita utama, dan subpos.

Ini dikombinasikan dengan rasa, kualitas dan kelas. Maka adalah hal yang jelas mereka memilih gaya ini.

c. Pairing

Banyak desainer modern sekarang ini yang menggabungkan font Serif dan Sans-Serif untuk tampilan yang seimbang (dalam hal ini mereka disebut dengan pairing).

Anda dapat memilih font family Serif dan memilih bobot yang berbeda untuk judul, sub-judul, dan teks isinya.

Ini merupakan solusi cepat dan elegan untuk pemasangan font terutama untuk web.

Kami telah menjelaskan banyak hal tentang desain cetak, dan bagaimana mereka menggunakan Serif di masa sebelumnya. Namun, hal itu tidak berarti Anda harus mengabaikannya dalam desain web modern.

Untuk contoh yang bagus agar membuktikan font ini masih ada di 2020, kalian bisa melihat situs web di bawah ini sebagai referensinya:

https://www.webstock.org.nz/15/

Perbedaan Serif dengan Sans-Serif

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan antara Serif dengan Sans-Serif ini?

Seperti yang sudah Kami singgung sebelumnya, fitur kecil yang berada di ujung sapuan pada beberapa font dikenal sebagai “Serif.”

Baca Juga :  Memahami Pengertian Hacking (Peretasan): Apa itu Hack dan Hacker? Sejarah, Tujuan, Jenis dan Contoh, Teknik serta Tips Melindunginya!

Beberapa contoh tipografi Serif yang umum adalah Times New Roman, Georgia, Palatino dan Garamond. Sebaliknya, tipografi Sans Serif yang umum termasuk seperti Arial, Helvetica dan Tahoma.

Memahami perbedaan antara 2 (dua) kategori ini akan membantu Anda mempersempit mana yang tepat untuk Anda gunakan.

Perlu kalian ketahui untuk mengenali perbedaan antara keduanya, itu terbilang cukup mudah.

Lalu apa itu? Benar, jawabannya hanya pada namanya saja. Serif adalah stroke dekoratif sampai ujung batang huruf (kadang-kadang juga disebut “kaki” huruf).

Pada gilirannya, font Serif adalah font yang memiliki unsur Serif, sedangkan Sans Serif adalah font yang tidak memilikinya (karenanya terdapat kata “sans”). Sederhana bukan?

Font Serif lebih dekoratif dan tampak seperti memanjang dari ujungnya sedangkan font Sans Serif memiliki ujung yang bersih dan dapat dikatakan sangat presisi.

Kedua gaya ini memiliki kepribadian yang unik dan menyampaikan pesan yang sangat berbeda.

Itulah mengapa adalah merupakan hal yang penting untuk memahami setiap gaya dan memastikan Anda memilih font yang selaras dengan pesan yang Anda inginkan untuk dikomunikasikan oleh brand (merek) Anda.

Kesimpulan

Baiklah, jadi berdasarkan penjelasan dan pembahasan Pengertian Serif, Apa itu Serif (Font)? Sejarah, Tujuan, Jenis, Penggunaan dan Contohnya serta Perbedaannya dengan Sans-Serif di atas, dapat kita simpulkan bahwa Serif (font) adalah goresan ekstra kecil yang ditemukan pada akhir goresan vertikal dan horizontal utama dari beberapa bentuk hurufnya. Selain itu, mereka juga terbagi menjadi beberapa jenis dimana mereka selalu berubah seiring perkembangan zaman dan teknologi.

Penggunaan dan pemilihan font yang tepat (baik itu Serif atau Sans-Serif) akan berdampak pada hasil desain Anda. Perlu kalian garis bawahi bahwa Serif merupakan garis dekoratif atau lancip yang ditambahkan ke awal dan ujung sebuah batang huruf, yang menciptakan bidang horizontal dan vertikal kecil dalam sebuah frasa atau kata.

Penutup

Demikianlah ulasan yang dapat Kami dalam postingan yang membahas tentang Pengertian Serif, Apa itu Serif (Font)? Sejarah, Tujuan, Jenis, Penggunaan dan Contohnya serta Perbedaannya dengan Sans-Serif kali ini. Semoga apa yang Kami sampaikan disini dapat bermanfaat serta dapat manambah wawasan Kita semua terutama dalam mengetahui istilah-istilah teknologi.

Silahkan bagikan artikel atau tulisan Kami disini jika kalian rasa ini bermanfaat untuk teman, kawan, kerabat serta rekan kerja kalian semua. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar