Kewajiban Zakat Profesi untuk Keadilan Sosial dan Spiritual Umat!

Gambar Dari Postingan Memahami Kewajiban Zakat Profesi, Pengertian, Definisi Menurut Ahli, Jenis Dan Macam, Cara Hitung, Serta Pentingnya Menunaikan Zakat Penghasilan
Gambar Dari Postingan Memahami Kewajiban Zakat Profesi, Pengertian, Definisi Menurut Ahli, Jenis Dan Macam, Cara Hitung, Serta Pentingnya Menunaikan Zakat Penghasilan

Memahami Kewajiban Zakat Profesi, Pengertian, Definisi Menurut Ahli, Jenis dan Macam, Cara Hitung, dan Pentingnya Menunaikan Zakat Penghasilan!

Baik, seperti yang kita ketahui, zakat profesi, atau yang biasanya disebut dengan zakat penghasilan ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari praktik keagamaan dalam Islam.

Kewajiban ini tidak hanya menjadi salah satu dari 5 (lima) rukun Islam saja, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk keadilan ekonomi dan sosial dalam masyarakat muslim.

Dalam masalah modern saat ini, di mana tantangan ekonomi semakin kompleks, pemahaman yang mendalam tentang konsep, jenis, dan cara menghitung serta pentingnya menunaikan zakat profesi menjadi sangat penting.

Zakat menjadi hal yang diutamakan, terumata di bulan Ramadhan tahun 2024 ini, seperti misalnya zakat fitrah yang merupakan zakat dari diri pribadi (laki-laki atau perempuan) yang diwajibkan dan berkemampuan sesuai syarat yang ditetapkan.

Berkenaan akan hal itu juga, postingan kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kewajiban zakat profesi.

Mulai dari pengertian yang mendasar hingga aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Kami akan membahas definisi, jenis macam, cara menghitung, dan pentingnya menunaikan zakat penghasilan sesuai dengan ajaran Islam dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep zakat profesi, serta termotivasi untuk aktif dalam menunaikannya demi terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai Islam.

Mari kita simak ulasannya!

Pengertian Zakat Profesi atau Penghasilan

Gambar Pengertian Zakat Secara Umum Dan Apa Itu Zakat Profesi Atau Penghasilan
Gambar Pengertian Zakat Secara Umum Dan Apa Itu Zakat Profesi Atau Penghasilan

Zakat merupakan pembayaran wajib yang diberikan oleh umat muslim (penganut agama Islam) kepada orang-orang yang membutuhkan.

Zakat profesi, atau zakat penghasilan, adalah kewajiban zakat yang dikenakan pada penghasilan atau pendapatan seseorang yang berasal dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri atau yang terkait dengan pemerintah atau badan usaha.

Benar! Ini semua mencakup gaji, upah, honorarium, dan pendapatan lainnya yang diperoleh dengan cara yang halal.

Zakat profesi juga merupakan bagian dari kewajiban zakat dalam Islam dan memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian umat serta mendukung keberlangsungan kehidupan sosial yang berkeadilan.

Secara teknis dalam agama Islam dan praktiknya, ini merupakan jenis zakat yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan rutin atau penghasilan tetap dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Zakat memiliki berbagai macam manfaat, seperti yang dapat dilihat pada gambar berikut.

Infografis Manfaat Utama Zakat Secara Umum Untuk Keadilan Sosial Dan Spiritual Umat
Infografis Manfaat Utama Zakat Secara Umum Untuk Keadilan Sosial Dan Spiritual Umat

Zakat profesi atau penghasilan dibayar jika penghasilan individu telah mencapai nisab (batas minimal) dan telah berlalu satu tahun (haul) sejak penghasilan tersebut diterima.

Adapun untuk kadar zakat penghasilan umumnya adalah 2,5% dari total penghasilan yang telah mencapai nisab.

Semua ini, tentunya dipandang sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sebagai cara untuk membersihkan harta dari sifat kikir dan keserakahan.

Pengertian dan Definisi Zakat Profesi (Penghasilan) Menurut Ahli

Untuk menambah literasi kita, mari kita lihat juga beberapa pengertian dan definisi tentang zakat profesi atau penghasilan ini menurut beberapa sumber dan pakar atau ahli di bidang agama.

Berikut adalah pengertian dan definisi zakat profesi menurut beberapa ahli dengan merujuk pada sumber jurnal dan artikel yang telah Kami kumpulkan.

1. Wahbah Al-Zuhaili

Menurut Wahbah al-Zuhaili (dalam artikel yang ditulis oleh Deny Setiawan) yang merupakan seorang profesor Suriah dan sarjana Islam yang mengkhususkan diri dalam hukum Islam dan filsafat hukum, definisi zakat profesi adalah kewajiban zakat yang dikenakan pada penghasilan atau pendapatan seseorang yang berasal dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri atau yang terkait dengan pemerintah atau badan usaha.

2. Ikbal Baidowi

Menurut artikel jurnal yang ditulis oleh peneliti bernama Ikbal Baidowi, definisi zakat profesi atau zakat penghasilan adalah bagian dari zakat maal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan rutin atau penghasilan tetap dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

3. Tira Nur Fitria

Menurut publikasi yang dilakukan oleh peneliti bernama Tira Nur Fitria, pengertian zakat profesi atau zakat penghasilan dalam konteks Islam adalah kewajiban pembayaran yang dikenakan kepada individu yang memperoleh pendapatan dari pekerjaan atau profesi tertentu.

Baca Juga :  Doa Mandi Junub (Wajib, Besar) Teks Latin dan Arabnya, Keadaan, Tata Cara serta Perbedaannya!

Jumlah zakat yang harus dibayarkan bergantung pada jumlah pendapatan yang diterima oleh individu tersebut dan diatur sesuai dengan ketentuan dalam hukum Islam.

Jenis dan Macam Sumber Pendapatan Zakat Profesi (Penghasilan)

Baik, sekarang kita telah memahami apa itu pengertian dan definisi kewajiban zakat profesi atau penghasilan menurut ahli.

Seperti yang kalian baca, ketiga pengertian dan definisi tersebut di atas memberikan pemahaman yang komprehensif tentang konsep zakat profesi dalam konteks Islam dan perekonomian umat.

Kemudian apa saja jenis dan macam-macam sumber zakat profesi ini?

Untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap, mari kita lihat beberapa jenis atau macam zakat profesi berdasarkan sumber pendapatan:

  1. Zakat Profesi atas Gaji dan Upah; Zakat yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh dari gaji atau upah yang diterima secara rutin sebagai imbalan atas pekerjaan atau jasa yang dilakukan.
  2. Zakat Profesi atas Honorarium; Zakat yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh dari honorarium, yaitu imbalan yang diberikan sebagai penghargaan atau kompensasi atas pelayanan khusus atau keahlian tertentu.
  3. Zakat Profesi atas Pendapatan dari Usaha Sendiri; Zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari usaha atau bisnis yang dijalankan sendiri, baik itu sebagai pemilik usaha, wiraswasta, atau profesional lepas.
  4. Zakat Profesi atas Pendapatan dari Investasi; Zakat yang dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari investasi atau kepemilikan aset produktif lainnya, seperti dividen saham, bunga deposito, atau sewa properti.

Betul! Terkait sumber pendapatannya, setiap jenis zakat profesi ini memiliki karakteristik dan perhitungan yang berbeda-beda, tetapi semuanya merupakan bagian dari kewajiban zakat dalam Islam yang harus dipenuhi oleh individu yang memenuhi syarat-syarat tertentu.

Konsep Kewajiban Zakat Profesi

Ilustrasi Gambar Pengertian Menurut Ahli Dan Konsep Kewajiban Zakat Profesi Atau Penghasilan
Ilustrasi Gambar Pengertian Menurut Ahli Dan Konsep Kewajiban Zakat Profesi Atau Penghasilan

Konsep kewajiban zakat profesi mengacu pada tanggung jawab agama bagi individu yang memperoleh pendapatan atau penghasilan dari pekerjaan atau profesi tertentu untuk membayar zakat.

Konsep kewajiban zakat profesi juga mencakup aturan dan ketentuan terkait besarnya zakat yang harus dibayarkan, nisab yang menjadi dasar perhitungan zakat, serta jenis-jenis pendapatan atau penghasilan yang termasuk dalam objek zakat profesi.

Hal ini memberikan panduan bagi umat Islam dalam memahami dan melaksanakan kewajiban zakat profesi sesuai dengan ajaran agama Islam.

Konsep tentang zakat profesi mencakup beberapa aspek penting yang meliputi:

  • Kewajiban Agama; Zakat profesi merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dipenuhi oleh setiap umat Muslim yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Ini merupakan kewajiban agama yang harus dipenuhi sebagai bukti ketaatan kepada Allah SWT.
  • Sumber Penghasilan; Zakat profesi dikenakan pada penghasilan atau pendapatan seseorang yang berasal dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri atau yang terkait dengan pemerintah atau badan usaha. Ini mencakup gaji, honorarium, pendapatan dari usaha sendiri, dan pendapatan dari investasi.
  • Tujuan Sosial; Zakat profesi memiliki tujuan sosial yang penting, yaitu untuk membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin, serta membantu mereka yang membutuhkan dalam masyarakat. Ini membantu membangun keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat.
  • Tujuan Spiritual; Selain tujuan sosial, zakat profesi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Dengan membayar zakat profesi, seseorang menyucikan harta dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan merupakan wujud ketaatan dan kepatuhan kepada-Nya serta pembuktian rasa syukur atas rezeki yang diberikan.
  • Penyaluran melalui Badan Amil Zakat; Zakat profesi umumnya disalurkan melalui badan amil zakat yang terpercaya dan terorganisir dengan baik, seperti LAZISMU oleh organisasi agama Islam Muhammadiyah yang merupakan badan yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat kepada mereka yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan agama Islam.

Dengan memahami konsep zakat profesi secara keseluruhan, kita tentunya dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, serta menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan (Profesi) dan Contohnya

Berikut adalah cara menghitung zakat profesi yang sudah Kami rangkum dari berbagai sumber agar mudah untuk dimengerti:

  1. Nisab Zakat Penghasilan:
    • Nisab zakat penghasilan adalah senilai 85 gram emas per tahun.
    • Pada tahun 2023, nisab tersebut setara dengan Rp. 81.945.667 per tahun atau Rp. 6.828.806 per bulan.
  2. Kadar Zakat:
    • Kadar zakat penghasilan adalah 2,5% dari pendapatan.
    • Jika pendapatan melebihi nilai nisab bulanan, Anda wajib membayar zakat sebesar 2,5% dari pendapatan tersebut.
  3. Jenis Pekerjaan yang Wajib Bayar Zakat:
    • Zakat profesi wajib ditunaikan atas pendapatan dari gaji, honorarium, upah, jasa, royalti, dividen, dan lainnya.
    • Termasuk dalam jenis pekerjaan yang wajib membayar zakat adalah karyawan swasta, pegawai negeri, dokter, pengacara, konsultan, penulis, dan lainnya.
  4. Waktu Menunaikan Zakat:
    • Zakat penghasilan dapat dibayarkan per bulan atau per tahun, tetapi sebaiknya dibayarkan per bulan saat menerima upah bulanan.
  5. Cara Menghitung Zakat Penghasilan:
    • Perhitungan zakat profesi adalah 2,5% dari jumlah pendapatan.
    • Contoh: Jika Anda memiliki gaji Rp. 10 juta per bulan, maka zakat yang harus Anda bayarkan adalah 2,5% x Rp. 10.000.000 = Rp. 250.000 per bulan.
Baca Juga :  Doa Iftitah: Pendek, Panjang, Macam, Hukum, Adabnya dengan Teks Latin dan Arab serta Artinya!

Dengan mengikuti cara perhitungan di atas, kita tentunya dapat dengan menghitung zakat profesi dengan lebih mudah dan tepat.

Jika masih terasa sulit, Kami sarankan kalian untuk kalkulator zakat yang lebih praktis dan bisa diakses secara online dari situs LazizMu.

Kenapa Menunaikan Kewajiban Zakat Profesi atau Penghasilan itu Penting?

Pentingnya Memahami Konsep Kewajiban Zakat Profesi Penghasilan Untuk Keadilan Sosial Serta Meningkatkan Spiritual Masyarakat
Pentingnya Memahami Konsep Kewajiban Zakat Profesi Penghasilan Untuk Keadilan Sosial Serta Meningkatkan Spiritual Masyarakat

Pastinya, selain untuk menjalankan kewajiban kita sebagai hamba tuhan, adapun poin penting dalam menunaikannya dapat kita lihat sebagai berikut:

  1. Memenuhi Kewajiban Agama; Zakat profesi merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dipenuhi oleh setiap umat Muslim yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Dengan menghitung zakat profesi secara detail, kita memastikan bahwa kita telah memenuhi kewajiban agama dengan benar.
  2. Menjaga Keseimbangan Sosial dan Ekonomi; Zakat profesi berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Dengan membayar zakat profesi, kekayaan yang dimiliki akan dialihkan kepada mereka yang lebih membutuhkan, sehingga membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
  3. Menyucikan Harta dan Jiwa; Zakat profesi tidak hanya membersihkan harta dari sifat kikir dan keserakahan, tetapi juga menyucikan jiwa pemiliknya. Dengan berbagi rezeki kepada sesama, seseorang akan merasa lebih tenang dan bahagia dalam hidupnya.
  4. Membangun Solidaritas Umat; Melalui pembayaran zakat profesi, tercipta solidaritas dan kepedulian antarumat Muslim. Ini memperkuat rasa persaudaraan dalam masyarakat dan memperkokoh fondasi kebersamaan dalam membangun umat.
  5. Mendukung Pembangunan Ekonomi Umat; Zakat profesi juga memiliki peran dalam memperkuat perekonomian umat. Dana zakat yang dikumpulkan dapat digunakan untuk berbagai program pembangunan ekonomi, seperti pemberian modal usaha kepada masyarakat yang kurang mampu atau pendanaan proyek-proyek yang membantu menciptakan lapangan kerja.
  6. Mendapatkan Pahala dan Berkah; Salah satu manfaat spiritual dari membayar zakat profesi adalah mendapatkan pahala dan berkah dari Allah SWT. Dalam Islam, setiap amal baik yang dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala yang besar di akhirat.

Dengan memahami dan melaksanakan kewajiban zakat profesi dengan benar, kita tidak hanya memperoleh manfaat duniawi, tetapi juga mendapatkan keberkahan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Oleh karena itulah, penting bagi setiap muslim untuk menghitung zakat profesi secara detail dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mengapa Wirausahawan Perlu Memahami Zakat Profesi (Penghasilan) sebagai Kewajiban Agama dalam Menjalankan Bisnis Mereka

Sebagai pelaku wirausaha, wirausahawan memiliki peran yang sangat penting dalam memahami konsep zakat profesi.

Sebagai individu yang aktif dalam dunia usaha dan memiliki potensi untuk mendapatkan penghasilan yang besar, pemahaman terhadap zakat profesi menjadi sangat krusial.

Pertama-tama, pemahaman yang baik tentang zakat profesi membantu wirausahawan untuk memahami kewajiban agama yang harus dipenuhi, sehingga mereka dapat menjalankan bisnis mereka dengan kesadaran moral yang tinggi.

Selain itu, pemahaman tentang zakat profesi juga membantu wirausahawan untuk memahami pentingnya berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan dalam masyarakat, sehingga mereka dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam membangun keadilan sosial.

Dengan memahami zakat profesi, wirausahawan juga dapat memanfaatkan potensi mereka untuk memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat melalui sumbangan zakat dan bersedekah.

Benar! Wirausahawan perlu secara aktif memperdalam pengetahuan mereka tentang zakat profesi dan mengambil langkah-langkah konkret untuk menunaikannya.

Tentunya, dengan tidak hanya fokus pada kesuksesan materi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial dan spiritual.

Marilah kita bersama-sama menjadikan zakat profesi sebagai bagian integral dari perjalanan wirausaha kita, dan dengan demikian, memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia sekitar kita.

Kewajiban dalam Zakat Profesi Merupakan Sebuah Pengembangan dari Fiqih

Lalu, mengenai kewajiban dalam zakat profesi, terkait apakah itu merupakan sebuah pengembangan dari fiqih, di sini dapat kita katakan adalah benar.

Kewajiban dalam zakat profesi merupakan hasil pengembangan atau penafsiran lebih lanjut dari ajaran fiqih (ilmu hukum dalam agama Islam).

Hal ini menunjukkan bahwa konsep zakat profesi tidak secara langsung disebutkan dalam teks-teks klasik, akan tetapi juga merupakan interpretasi atau aplikasi fiqih terhadap praktek modern, seperti penghasilan dari profesi tertentu.

Oleh karena itulah terkait hal di atas, kewajiban zakat profesi merupakan contoh dari bagaimana prinsip-prinsip fiqih diterapkan dalam hal yang ada saat ini.

Zakat Profesi Membangun Keadilan Sosial dan Spiritual Warga Indonesia melalui Berbagi Rezeki

Ilustrasi Gambar Zakat Profesi Untuk Membangun Keadilan Sosial Dan Spiritual Warga Indonesia Melalui Berbagi Rezeki
Ilustrasi Gambar Zakat Profesi Untuk Membangun Keadilan Sosial Dan Spiritual Warga Indonesia Melalui Berbagi Rezeki

Zakat Profesi tidak hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga merupakan sebuah panggilan untuk membangun keadilan sosial dan spiritual dalam masyarakat.

Baca Juga :  Inilah Pengertian GPA: Apa itu Grade Point Average dan IPK (IP)? Tujuan dan Cara Kerja, Dasar, Contoh serta Pentingnya dalam Pendidikan?

Dalam Islam, zakat bukan hanya tentang memberikan sebagian dari kekayaan kita kepada yang membutuhkan, tetapi juga tentang memperkuat ikatan sosial dan spiritual di antara sesama umat.

Setiap individu yang menerima penghasilan tetap, baik dari gaji, honorarium, maupun usaha sendiri, memiliki tanggung jawab untuk membayar zakat profesi.

Benar! Ini bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga sebuah kesempatan untuk berbagi rezeki kepada sesama, menyucikan harta, dan memperoleh berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Saat kita membayar zakat profesi, kita bukan hanya memberikan bantuan finansial kepada yang membutuhkan, tetapi juga membantu membangun keadilan sosial dalam masyarakat.

Zakat profesi membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih adil bagi semua.

Namun, lebih dari itu, zakat profesi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.

Dengan membayar zakat profesi, kita mengingatkan diri kita sendiri tentang pentingnya rasa syukur dan kemurahan hati.

Kita menyadari bahwa segala rezeki yang kita terima adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan dengan bersedia memberikannya kepada sesama, kita menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kita kepada-Nya.

Mari kita jadikan pembayaran zakat profesi sebagai sebuah amal yang penuh dengan makna dan tujuan yang mulia, serta kita jadikan setiap rupiah yang kita keluarkan sebagai investasi dalam pembangunan sosial dan spiritual kita.

InsyaAllah, di balik setiap pemberian yang kita berikan, kita yakin bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan melipatgandakan keberkahan dan memberikan pahala yang berlipat ganda di akhirat.

Dengan zakat profesi, kita tidak hanya membantu membangun keadilan sosial dalam masyarakat sebagai warga negara Indonesia, tetapi juga memperkaya spiritualitas kita dan mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jadi, mari kita berbagi rezeki dengan sukacita, dan bersama-sama kita membangun sebuah masyarakat yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.

Dalam semangat kepedulian sosial dan kemanusiaan, marilah kita semua bersama-sama berzakat atau bersedekah melalui badan penerima zakat yang terpercaya dan terorganisir dengan baik.

Salah satu lembaga yang dapat menjadi pilihan adalah Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Malang.

Daftar Pustaka

  • Setiawan, Deny. “ZAKAT PROFESI DALAM PANDANGAN ISLAM.” Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan, vol. 1, no. 2, 2010.
  • Baidowi, Ikbal. “ZAKAT PROFESI (ZAKAT PENGHASILAN).” UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. June 30, 2018.
  • Fitria, Tira Nur. “Zakat Profesi (Zakat Penghasilan) Menurut Hukum Islam.” Jurnal [Nama Jurnal], vol. 1, no. 1, 2015.
  • LazisMu. (2024, 2 weeks ago). Cari Tahu Zakat Fitrah Yang Harus Dibayarkan di Bulan Ramadhan Yuk! [Blog post]. Diakses dari https://www.lazismukotamalang.com/zakat-fitrah-di-bulan-ramadhan/

Kesimpulan

Baiklah, di atas adalah pembahasan terkait Memahami Kewajiban Zakat Profesi, Pengertian, Definisi Menurut Ahli, Jenis dan Macam, Cara Hitung, dan Pentingnya Menunaikan Zakat Penghasilan.

Sekarang, dapat kita simpulkan bahwa zakat profesi atau penghasilan memiliki pengertian sebagai kewajiban zakat yang dikenakan pada penghasilan atau pendapatan seseorang yang berasal dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri atau terkait dengan pemerintah atau badan usaha.

Pentingnya menghitung zakat profesi secara detail dan lengkap tidak hanya memastikan pemenuhan kewajiban agama, tetapi juga membangun keadilan sosial, menyucikan harta, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Melalui pembayaran zakat profesi melalui lembaga seperti LAZISMU Kota Malang, kita dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Penutup

Demikianlah ulasan yang dapat Kami sampaikan dalam pembahasan pada tulisan kali ini, di mana Kami membahas tentang Memahami Kewajiban Zakat Profesi, Pengertian, Definisi Menurut Ahli, Jenis dan Macam, Cara Hitung, dan Pentingnya Menunaikan Zakat Penghasilan.

Semoga apa yang Kami coba terangkan di artikel ini dapat bermanfaat serta bisa menambah wawasan kalian semua dalam memahami bidang internet, umum, dan Islam.

Silahkan share atau bagikan artikel dan tulisan Kami di sini kepada teman, kerabat serta rekan kerja Anda semua jika kalian rasa ini bermanfaat. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Postingan ini juga tersedia dalam versi:


Tinggalkan Komentar