Teknologi

Memahami Pengertian Meta Element: Apa itu Meta Tag? Fungsi, Jenis dan Contoh serta Tips dan Cara Menggunakannya untuk SEO!

Tahukah Kalian, Pengertian Meta Element, Apa itu Meta Tag (HTML)? Fungsi, Jenis dan Contoh serta Tips dan Cara Menggunakannya untuk SEO yang Baik dan Benar? Sebagai pemilik bisnis web, tiap kali Anda membaca tips, trik atau tutorial SEO pada sebuah posting blog, Anda pasti pernah mendengar tentang istilah meta elemen atau tag dan bagaimana mereka memainkan peran penting dalam SEO situs web Anda. Ya, itu kadang selalu diterangkan dengan tidak jelas tentang bagaimana fungsinya sebenarnya.

Perlu kalian ketahui, meta elemen (tag) dalam HTML ini sebenarnya merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan. Seperti yang kita ketahui, tren SEO terus berubah dengan sekejap mata dan karenanya sangat penting bagi kita untuk mendapatkan fakta tentang peran meta tag, di zaman sekarang ini (tahun 2020). Terkait hal itu, dalam postingan kali ini, Kami akan membahas secara lebih detail dan lengkap tentang apa itu pengertian meta element atau tag dalam HTML. Baiklah langsung saja, berikut ini ulasannya!

Pengertian Meta Element

Meta element adalah tag yang digunakan dalam dokumen HTML dan XHTML untuk memberikan metadata terstruktur tentang halaman web berdasarkan simpulan Kami yang mengacu pada sumber Situs Wikipedia.

Mereka adalah bagian dari bagian kepala halaman website. Beberapa elemen meta dengan atribut berbeda dapat digunakan pada halaman yang sama.

Tag dalam arti literalnya berarti nama atau tanda identifikasi yang diberikan pada suatu objek.

Sejak internet muncul, situs web awal menerapkan tanda identifikasi ini dalam bentuk tag tekstual yang terlampir dalam elemen kode HTML situs web. Tag ini dikenal sebagai meta tag dan juga disebut sebagai meta element.

Apa itu Meta Tag (HTML)?

Ilustrasi Gambar Apa Itu Meta Tag Atau Element Pada HTML Dalam Membahas Pengertian Dan Artinya

Lalu, apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan meta tag (HTML) ini? Ya, seperti yang sudah Kami jelaskan di atas, meta element dalam HTML diwakili oleh tag meta.

Mereka memberikan metadata tentang halaman website. Elemen meta terletak di bagian “head” dari kode sumber. Beberapa elemen ini dimuat sebelum halaman yang sebenarnya dibuat oleh browser (baca pengertian browser di sini).

Benar, tag ini adalah tag yang mendefinisikan metadata tentang dokumen HTML. Metadata merupakan data (informasi) tentang sebuah data.

Metadata tidak akan ditampilkan pada halaman, tetapi dapat diuraikan oleh search engine atau mesin pencari.

Elemen meta tersedia dalam elemen HTML atau XHTML yang akan menyediakan metadata terstruktur tentang halaman web.

Di bagian meta element, terdapat 4 (empat) atribut yang valid yang perlu kalian ketahui, yaitu:

  • Charset
  • Content
  • Http-equiv
  • Name
  • Schema

Semua elemen head akan berisi informasi umum tentang dokumen apa pun. Semua tujuan meta tag ini adalah untuk menyediakan semua informasi meta dan tentang dokumen.

Sebagian besar meta tag digunakan untuk informasi pribadi dan ini akan relevan dengan browser atau mesin pencari yang akan menjelaskan tentang konten dokumen.

Fungsi Meta Element atau Tag

Agar lebih memahami tentang apa itu pengertian meta element atau tag, pastinya kita juga harus mengetahui fungsi mereka sebenarnya bukan?

Ya, elemen meta dapat digunakan untuk menjelaskan bagian-bagian dari halaman web dalam kode. Mereka juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk bidang “HTTP header response”.

Meta element (tag) ini dapat digunakan untuk menentukan deskripsi halaman, keyword, dan metadata lainnya yang tidak disediakan dalam elemen “head” dan atribut lainnya.

Elemen meta yang valid dalam HTML mencakup bagian seperti konten, nama, skema, dan http-equiv, serta charset.

Salah satu prinsip dan cara kerja tentang meta element atau tag adalah sebagai sebuah kode yang terdapat di halaman web. Tag meta ini disertai dengan pengkodean untuk menggambarkan meta element.

Perlu kalian ketahui bahwa meta element atau tag ini memiliki 2 (dua) fungsi yakni:

  1. Meniru penggunaan bidang “HTTP header response”.
  2. Untuk menanamkan metadata tambahan dalam dokumen HTML.

Mulai dari awal HTML hingga dalam HTML 4.01 serta XHTML, ada 4 (empat) atribut meta element atau tag yang valid, dan sekarang di bawah HTML5 (baca pengertian HTML5 di sini) sekarang ada 5 (lima) atribut yang valid, setelah charset telah ditambahkan.

Seperti yang sudah Kami jelaskan di atas, terkait fungsi dari meta element (tag) attribute, Http-equiv digunakan untuk meniru header HTTP, dan name untuk menanamkan metadata.

Value (nilai) pernyataan, terdapat dalam atribut content, yang merupakan satu-satunya atribut yang diperlukan kecuali charset ditambahkan.

Fungsi atribut Charset digunakan untuk menunjukkan set karakter dokumen, dan mulai tersedia dalam HTML5.

Elemen tersebut harus ditempatkan sebagai tag di “head” atau kepala dokumen HTML atau XHTML untuk dapat menjalankan fungsinya.

Jenis Meta Element (Tag)

Setelah kita mengetahui arti dan maksud dari meta element, apa itu meta tag (HTML) serta fungsinya di atas, sekarang di subbagian ini Kami akan lanjut membahas tentang jenis-jenisnya.

Perlu kalian garis bawahi, ada 2 (dua) kategori utama dari meta element atau tag, yaitu kategori important (penting) dan optional (opsional).

Di bawah ini akan Kami jelaskan secara lebih rinci tentang kategori dan jenisnya masing-masing.

a. Important

Jenis yang pertama meta element atau tag important atau penting. Tag ini penting untuk situs web.

Adapun pentingnya terkait Search Engine Optimization (SEO) dari tag ini mungkin terbilang telah menurun seiring berjalannya waktu, tetapi tetap wajib untuk setiap situs web karena memberikan informasi penting tentang situs tersebut ke mesin pencari.

Berikut ini adalah tag dari meta element yang termasuk dalam kategori penting:

  • Meta Description
  • Meta Content Type
  • Meta Robots

b. Optional

Jenis selanjutnya adalah meta element atau tag optional atau opsional. Beberapa meta tag ini (misalnya seperti meta tag keyword) dianggap sebagai tag yang paling penting untuk membantu mengidentifikasi keyword (kata kunci) suatu situs pada pencarian.

Namun, karena penggunaan tag ini seringkali digunakan untuk spam (baca pengertian spam di sini), tag tersebut dianggap tidak signifikan dan penting lagi (terutama oleh Google) yang kemudian dialihkan ke kategori opsional.

Selain itu, beberapa tag lain yang ada, juga hanya bersifat opsional karena (ada atau tidak) keberadaannya tidak akan membuat banyak perbedaan dalam bagaimana konten Anda ditafsirkan oleh bot mesin pencari.

Berikut ini adalah tag yang termasuk dalam jenis meta element atau tag opsional:

  • Meta Title
  • Meta Keyword
  • Meta Author
  • Meta Copyright
  • Meta Language (For Non-English Sites)

Contoh Meta Element

Ilustrasi Gambar Contoh Meta Element Atau Tag Dalam Dokumen HTML

Untuk lebih memahami tentang maksud meta element atau tag, maka adalah merupakan hal yang penting bagi Kami utnuk menjelaskan bagaimana contohnya dalam dokumen yang berekstensi .html.

Di bawah ini adalah contoh dari sebuah dokumen HTML:

<!DOCTYPE html>
<html>

   <head>
      <title>Judulnya adalah contoh meta element</title>
      Tuliskan meta tag Anda di sini
   </head>
 
   <body>
      <p>Hello, teman-teman!</p>
   </body>
 
</html>

Dalam format kode sumber HTML di atas, Anda dapat memasukkan meta element (tag) di bawah ini untuk menjelaskan tentang dokumen kalian.

Untuk menentukan keyword (kata kunci) untuk search engine atau mesin pencari, kalian dapat memasukkan elemen meta sebagai berikut:

<meta name="keywords" content="Blog, Teknologi, Informasi">

Lalu, dalam menentukan deskripsi halaman web Anda:

<meta name="description" content="Ini Merupakan Halaman Blog Rifqi Mulyawan">

Jika kalian ingin menjelaskan tentang nama author (penulis) atau menentukan pembuat halaman, maka masukkanlah:

<meta name="author" content="Nama Anda">

Jika kalian ingin me-refresh dokumen setiap 30 detik sekali, masukkan meta tag sebagai berikut:

<meta http-equiv="refresh" content="30">

Lalu, untuk mengatur viewport untuk membuat situs web Anda terlihat renponsive atau bagus di semua perangkat, masukkan:

<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">

Tips dan Cara Menggunakan HTML Meta Element atau Tag untuk SEO

Lalu, bagaimana cara menggunakan meta element atau tag (HTML) untuk optimasi mesin pencari atau SEO yang baik dan benar?

Seperti yang sudah kita ketahui, ini memberikan informasi tentang halaman web, yang dapat digunakan oleh mesin pencari untuk membantu mengkategorikan halaman dengan benar.

Mereka telah menjadi fokus bidang riset marketing (pemasaran) yang dikenal sebagai optimasi mesin pencari atau Search Engine Optimization (SEO), yaitu metode yang digunakan untuk membuat peringkat web yang lebih tinggi pada mesin pencari.

Sebelum munculnya content analysis (analisis konten) oleh mesin pencari pada pertengahan 1990-an terutama Google.

Mesin pencari bergantung pada metadata untuk mengklasifikasikan halaman web dengan benar dan webmaster dengan cepat mempelajari pentingnya memiliki elemen meta yang tepat.

Menurut para ahli atau pakar, beberapa dari mereka mengklaim bahwa itu tidak memiliki nilai, yang lain bahwa mereka adalah penting, sementara banyak yang hanya menyimpulkan bahwa tidak ada jawaban yang jelas tetapi, karena mereka tidak akan membahayakan dan mempengaruhi website kita, mereka menggunakannya untuk berjaga-jaga.

Google menyatakan bahwa mereka mendukung meta element (tag) seperti “Content”, “Robot”, “Google”, “Google-Site-Verification”, “Content-Type”, “Refresh” dan “Google-bot”.

Berikut ini adalah beberapa tips dan cara menggunakan HTML meta element (tag) dan atribut lainnya untuk SEO yang baik dan benar:

  • Periksa apakah semua halaman dan konten Anda memiliki tag “title” (judul) dan “meta descriptions” (deskripsi meta).
  • Mulailah lebih memperhatikan heading (judul seperti h1, h2, h3 dan seterusnya) Anda dan bagaimana Anda menyusun konten Anda.
  • Jangan lupa untuk menandai gambar Anda dengan atribut “alt text” (teks alternatif).
  • Gunakan tag “meta robot” untuk memandu mesin pencari tentang bagaimana mereka harus mengakses konten Anda.
  • Cari halaman duplikat, dan gunakan tag “canonical” atau kanonik untuk menghindari pengkanibalan konten Anda sendiri dengan duplikat atau konten serupa.
  • Buat daftar dan periksa langkah-langkah yang perlu Anda ulangi ketika Anda membuat konten baru, dan ubah tag meta menjadi bagian dari rutinitas Anda.

Kesimpulan

Oke, Kami rasa sudah cukup jelas untuk sekarang. Jadi berdasarkan penjelasan dan pembahasan Pengertian Meta Element, Apa itu Meta Tag (HTML)? Fungsi, Jenis dan Contoh serta Tips dan Cara Menggunakannya untuk SEO yang Baik dan Benar di atas, dapat kita simpulkan bahwa HTML meta element (tag) adalah data yang menggambarkan konten situs web dan merupakan salah satu informasi pertama yang tersedia untuk search engine bot untuk merayapi, mengindeks, dan mengklasifikasikan situs web yang diberikan.

Tag ini tidak terlihat oleh pengunjung manusia di situs Anda, tetapi kontennya terlihat oleh bot mesin pencari. Namun, konten dalam dua tag meta seperti title (judul) dan description (deskripsi) dapat dilihat oleh manusia pada hasil mesin pencari situs web yang diberikan.

Penutup

Demikianlah ulasan yang dapat Kami bagikan dalam postingan yang membahas mengenai Pengertian Meta Element, Apa itu Meta Tag (HTML)? Fungsi, Jenis dan Contoh serta Tips dan Cara Menggunakannya untuk SEO yang Baik dan Benar kali ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan Kita semua dalam mengetahui istilah-istilah teknologi yang harus diketahui dalam belajar teknologi informasi.

Silahkan bagikan artikel atau tulisan Kami di sini jika kalian rasa ini bermanfaat untuk teman-teman serta kerabat kalian semua. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Postingan ini juga tersedia dalam versi:


rifqimulyawan.com menggunakan cookies untuk meningkatkan kebergunaan pengguna.