Pengertian Definisi: Menurut Para Ahli, Ciri, Syarat dan Tujuannya

0
Gambar Apa itu Definisi? Pengertian Definisi Menurut Para Ahli, Ciri, Macam, Jenis dan Tujuannya
Gambar Apa itu Definisi? Pengertian Definisi Menurut Para Ahli, Ciri, Macam, Jenis dan Tujuannya

Sebenarnya, apa itu Definisi? Secara umum, Pengertian Definisi adalah suatu pernyataan yang memberikan arti pada sebuah kata atau frase, sebuah penjelasan tentang arti sebuah kata, suatu pernyataan mengenai ciri-ciri penting suatu hal, dan biasanya lebih kompleks dari arti, makna atau pengertian akan suatu hal.

Pengertian Definisi

Definisi adalah perumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat yang menerangkan “apa sebenarrnya suatu hal itu” sehingga dapat dengan jelas kita mengerti dan bedakan dari semua hal lain. Jadi, definisi yaitu adalah bagaimana untuk menganalisis jenis dan sifat pembeda yang dikandungnya.

Pengertian Definisi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami tentang apa itu Definisi, kita tentu harus merujuk pada pendapat Definisi menurut para ahli, berikut adalah uraiannya:

a. Solomon, Robert C.

Dalam bukunya yang berjudul Introducing Philosophy: A Text With Readings, 3rded., Harcourt Brace Jovanovich, Inc., Florida, 1985, hal.234, dia menyatakan bahwa Definisi adalah suatu pernyataan yang memberikan arti pada sebuah kata atau frase.

b. Rescher, Nicholas

Arti dari apa itu Definisi menurut Rescher, Nicholas, bisa kita lihat dalam buku Introduction to Logic, St. Martinis Press, New York, 1964, hal. 30, Definisi adalah sebuah penjelasan tentang arti sebuah kata. Di dalam artian luas bahwa Penjelasan harus membuat jelas definisi yang dimaksudkan dan definisi berhubungan dengan kata bukan benda.

c. W. Poespoprodjo

Sedangkan menurut W. Poespoprodjo, EK T Gilarso, di dalam Logika Ilmu Menalar: Dasar-dasar Berpikir Tertib, Logis, Kritis, Analitis, Dialektis, cet. 1, Pustaka Grafika, Bandung, 1999, hal. 67., W. Poespoprodjo berpendapat bahwa Definisi adalah perumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat yang menerangkan “apa sebenarnya suatu hal itu” sehingga dapat dengan jelas dimengerti dan dibedakan dari semua hal yang lainnya.

Ciri-Ciri Definisi

Setelah mengetahui pengertian Definisi di atas, adapun Ciri Definisi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Adanya sesuatu yang akan didefinisikan, yang dikenal dengan istilah definiendum.
  2. Penjelasan yang menjelaskan sesuatu tersebut yang dikenal dengan istilah definiens. Contohnya: ayah adalah orang tua laki-laki.
  3. Dalam setiap definiens terbagi lagi menjadi Genera (genus), dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah jenis dan Differentia (difference) dan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah sifat pembeda.
Baca Juga :  Pengertian Marketing Automation (Otomasi Pemasaran) dan Praktiknya

Macam-Macam Definisi Menurut Ahli

Gambar Pengertian Definisi Menurut Para Ahli Ciri Macam Jenis Dan Tujuan Definisi
Gambar Pengertian Definisi Menurut Para Ahli Ciri Macam Jenis Dan Tujuan Definisi

Menurut Alex Lanur, Poespoprodjo dan Nicholas Rescher secara garis besar, beberapa dari macam-macam definisi atau dibagi menjadi 2, yaitu adalah:

1. Pengertian Definisi Nominal (Nominal Definition or Stipulative Definition)

Definisi Nominal disini merupakan suatu jenis definisi yang baru sama sekali atau memberikan sebuah arti yang baru pada kata yang sudah lama ada. Definisi ini merupakan suatu cara untuk menjelaskan sesuatu dengan menguraikan arti katanya.

Contoh: Madrasah adalah sekolah agama bagi orang muslim.

Contoh Definisi Nominal

Definisi Nominal ini dapat dinyatakan dalam 3 cara, yaitu:

  1. Dapat diuraikan dari asal-usulnya (etimologi); Contoh: Filsafat, adalah kata yang berasal dari Philos yang artinya pencinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan jadi arti Filsafat adalah Pencinta Kebijaksanaan
  2. Tidak semua bisa dilakukan dengan cara etimologi; maka supaya jelas definisi nominal ini harus dilengkapi keterangan tentang bagaimana definisi ini telah digunakan dalam masyarakat.
  3. Menggunakan sinonim; Dapat dinyatakan dengan menggunakan sinonim.

2. Definisi Riil (Real Definition or Lexical Definition)

Mendefinisikan kata yang sudah umum digunakan, biasanya yang terdapat dalam kamus bahasa. Definisi Riil ini dapat dibedakan dalam 4 jenis definisi, yaitu adalah sebagai berikut:

a. Definisi Hakiki

Definisi yang sungguh-sungguh menyatakan hakekat sesuatu atau suatu pengertian yang abstrak dan hanya mengadung unsur pokok yang sungguh-sungguh perlu untuk memahami suatu golongan yang tertentu dan untuk membedakannya dari semua golongan yang lain, sehingga sifat golongan itu tidak termasuk dalam hakekat sesuatu itu.

Contoh: Burung Merpati dan Burung Layang dapat dibedakan.

b. Definisi Deskriptif

Definisi ini menggunakan ciri khas asesuatu yang akan didefinisikan. Ciri khas adalah ciri yang selalu dan tetap terdapat pada setiap benda yang tertentu.

Contoh: Cinta kasih itu sabar, Cinta kasih itu murah hati, tidak memegahkan diri tidak angkuh dan tidak lekas marah dan juga tidak mementingkan diri sendiri serta suka akan kebenaran.

c. Definisi Final

Definisi ini menunjukkan maksud dan tujuan sesuatu.

Contoh: arloji merupakan suatu alat untuk menunjukkan waktu yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dalam saku atau diikat di lengan.

d. Definisi Kausalitas

Definisi Kausalitas yaitu adalah definisi yang menunjukkan sebab akibat.

Contoh: gerhana bulan terjadi karena bumi berada diantara bulan dan matahari.

Namun Nicholas Rescher menambahkan dengan definisi yang ia sebut sebagai “Loaded” Definition. Definisi ini tidak menjelaskan arti dari suatu kata dengan sederhana atau mudah, tapi dalam memberikan definisi ditambahkan suatu pernyataan yang mengevaluasi pernyataan sebelumnya, misalnya: Anarki merupakan suatu ideologi negara yang mana ideologi tersebut menganut sistem kerajaan dan dalam sistem ini fungsi pemerintahan tidak dibutuhkan dan tidak diinginkan.

Baca Juga :  Mengenal Apa Itu Pengertian Alphanumeric (Alphameric): Fungsi, Cara Kerja dan Contohnya

Jenis Definisi

Menurut pendapat dari Copi, Irving M dalam Introduction to Logic, 2nd ed. The Macmillan Company, New York, 1976, dia mengatakan bahwa ada 5 jenis definisi, yang mana jenis Definisi tersebut semuanya mengacu dari 5 tujuan dibuatnya definisi, yaitu:

1. Definisi Stipulatif

Penjelasannya sama dengan definisi nominal di atas, yaitu suatu jenis definisi yang baru sama sekali atau memberikan sebuah arti yang baru pada kata yang sudah lama ada.

2. Definisi Lexical

Penjelasannya pun juga sama dengan definisi riil yaitu adalah mendefinisikan kata yang sudah umum digunakan, biasanya yang terdapat dalam kamus bahasa.

3. Definisi Ketepatan (Precising Definition)

Definisi Keterapan ini dibuat dan dapat menimbulkan definisi baru sehingga harus benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi kerancuan.

4. Definisi Teoritis

Definisi Teoritis adalah Definisi yang muncul dalam rangka mengusulkan agar teori yang ditemukan diterima dengan mudah oleh masyarakat.

5. Definisi Persuasif

Yang terakhir yaitu Definisi Persuasif yaitu adalah suatu definisi yang dibuat untuk mempengaruhi pikiran, tingkah laku dan emosi orang yang membaca dan mendengarnya.

Syarat dalam Definisi

Dalam definisi, ada tugas untuk menentukan batas suatu pengertian dengan tepat, jelas dan singkat atau lebih tepatnya adalah syarat Definisi, yang maksudnya menentukan batas-batas pengetian tertentu sehingga jelas apa yang dimaksud, tidak kabur dan tidak dicampuradukkan dengan pengertian lainnya, maka definisi yang baik harus memenuhi syarat. Adapun syarat Definisi tersebut, adalah sebagai berikut:

1. Merumuskan dengan Jelas

Merumuskan dengan jelas, lengkap dan singkat semua unsur pokok (isi) dari pengertian tertentu.

2. Unsur Pembatas

Adanya unsur-unsur yang perlu dan cukup untuk mengetahui apa sebenarnya barang itu (tidak lebih dan juga tidak kurang).

3. Dapat Dibedakan

Jelas dapat dibedakan dari semua barang yang lain.

Tujuan dari Definisi Menurut Para Ahli

Dalam membahas mengenai Definisi, tentu tidak lepas dengan tujuan daru apa itu Definisi. Nicholas Rescher membagi tujuan definisi menjadi dua, yaitu:

1. Tujuan Umum

Tujuan definisi secara umum, dapat diuraikan seperti di bawah ini:

  • Memfasilitasi komunikasi dengan membantu proses komunikasi yang berlangsung menjadi sederhana dan lebih tepat, atau dengan kata lain mempersingkat ekspresi suat pernyataan yang panjang dan kompleks sifatnya. Contoh: WHO, singkatan dari World Health Organization.
  • Definisi dibuat untuk memperkenalkan kata baru dalam bahasa.
  • Definisi juga dapat memberikan suatu arti baru terhadap kata yang sudah lama, contoh: kata Bibi, dahulu dudefinisikan sebagai adik kandung ayah atau ibu perempuan, namun saat ini bisa mempunyai arti pembantu rumah tangga.
  • Definisi adalah suatu cara yang terbaik dan paling efektif untuk menjamin ketepatan dan kebenaran dari penggunaan kata tersebut.
Baca Juga :  Pengertian Data Mining: Proses, Tahapan dan Fungsi Data Mining!

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan Definisi secara khusus, terbagi menjadi 2 (dua) yaitu adalah sebagai berikut:

a. Definisi yang Tepat (Precising definition)

Merupakan definisi yang biasa digunakan dalam bahasa mempunyai arti dan tujuan khusus atau tertentu.

Contoh: Dewasa adalah orang yang berusia 21 tahun keatas, dan definisi ini berimplikasi atau mempunyai tujuan khusus pada penetapan hukuman dalam peradilan.

b. Definisi yang Bersifat Teoritis (Theoritical definition)

Definisi ini tidak saja sesuatu yang merupakan penjelasan sederhana dari suatu kata tetapi juga merupakan suatu penjelasan yang bersifat teoritis yang didapat dari ilmu pengetahuan atau penelitian dan juga kehidupan sehari-hari.

Tujuan dalam Membuat Definisi

Setelah mengetahui tujuan dari Definisi di atas, Irving M Copi menjelaskan ada 5 tujuan membuat definisi. Adapun 5 (lima) tujuan dalam membuat Definisi tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Menambah Perbendaharaan Kata

Kenapa dapat menambah perbendaharaan kata? karena bahasa adalah suatu instrumen yang rumit dan terus berkembang maka dimungkinkan satu kata akan berkembang mempunyai arti baru atau suatu kejadian akan menimbulkan suatu istilah baru yang memperkaya perbendaharaan bahasa.

2. Menghilangkan Kerancuan atau Ambiguitas

Dapat menghilangkan kerancuan atau ambiguitas. Hal ini termasuk penting karena dengan menggunakan suatu kata yang rancu nantinya akan mengakibatkan argumen yang dikeluarkan juga menjadi rancu.

3. Memperjelas Arti Suatu Kata

Dengan membuat definisi maka kita tidak akan ragu-ragu lagi dalam menggunakan kata yang bersangkutan sehingga argumen yang dikeluarkan akan menjadi tepat dan benar.

4. Menjelaskan secara teoritis

Definisi dibuat untuk menjelaskan teori yang didapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

Contoh: H2O adalah unsur kimia untuk air.

5. Mempengaruhi tingkah laku

Seringkali definisi dibuat untuk mempengaruhi pikiran, perbuatan atau mengendalikan emosi seseorang. Contoh: Kejujuran, adalah kelurusan hati, perbuatan baik. Dengan membaca kata kejujuran orang dapat dipengaruhi untuk menjadi orang jujur.

Kesimpulan

Jadi dari pembahasan mengenai Definisi di atas, dapat Kami simpulkan bahwa, Definisi adalah pernyataan tentang makna suatu istilah (kata, frasa, atau rangkaian simbol lainnya) yang dapat digolongkan ke dalam dua kategori besar, definisi intensional (yang mencoba memberikan pengertian suatu istilah) dan definisi ekstensional (yang dilanjutkan dengan mendaftar objek-objek yang dideskripsikan oleh suatu istilah).

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai Pengertian Definisi, Ciri Definisi, Macam-Macam Definisi, Jenis Definisi, Syarat Definisi dan Tujuannya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Kita semua. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar